
Refugia Berpotensi Tekan Ketergantungan Pestisida
14 menit yang lalu
IRGC menyatakan fasilitas produksi rudal dan pesawat nirawak telah dipindahkan ke bawah tanah.
Terbit · 1 min read

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah membangun fasilitas bawah tanah untuk memproduksi rudal dan pesawat nirawak, serta terus meningkatkan jangkauan rudalnya. Pernyataan itu disampaikan juru bicara IRGC Hossein Mohebbi, menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua.
Mohebbi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Teheran pada Sabtu (7/11/2026). ANTARA melaporkan pernyataan itu di tengah meningkatnya ancaman tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Mohebbi mengatakan produksi rudal dan pesawat nirawak dipindahkan dengan cepat dari fasilitas permukaan ke fasilitas bawah tanah. Ia juga menyatakan IRGC terus meningkatkan jangkauan rudal Iran.
Menurut laporan yang sama, Mohebbi menyebut aset berwujud maupun tidak berwujud milik negara yang disebutnya sebagai musuh berada dalam jangkauan Iran. Ia memperingatkan Iran akan melancarkan kejutan militer jika pihak tersebut kembali menyerang.
Mohebbi juga menyatakan Iran siap mempertahankan keberadaan, identitas, dan integritas wilayah negaranya tanpa batasan geografis. Pernyataan tersebut merupakan klaim juru bicara IRGC sebagaimana diberitakan ANTARA.
Laporan itu menyebut adanya laporan serangan berskala kecil oleh militer AS yang menyasar Pulau Qeshm di Iran bagian selatan pada Sabtu dini hari. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan dua rudal menghantam pulau tersebut pada hari yang sama, tetapi tidak merinci kerusakan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (6/11/2026) bahwa pasukan AS melancarkan serangan baru terhadap sistem pertahanan udara Iran. Ia menyebut tindakan militer itu sebagai serangan kecil, menurut laporan ANTARA.
ANTARA juga mengutip laporan The Wall Street Journal yang bersumber dari sejumlah pejabat AS. Surat kabar itu melaporkan bahwa AS menyerang Pulau Qeshm pada Senin (2/11/2026), sebelum laporan serangan pada Sabtu (7/11/2026); laporan pada Sabtu itu disebut sebagai serangan kedua terhadap pulau tersebut dalam pekan itu.