
IRGC Bangun Fasilitas Produksi Rudal Bawah Tanah
17 menit yang lalu
Dapur perebusan baru meningkatkan kapasitas produksi garam dan menjadi bagian dari pemulihan usaha pesisir.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan kapasitas produksi garam rakyat di Kabupaten Bireuen, Aceh, melalui pembangunan dapur perebusan sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Miftahul Huda menyampaikan peningkatan itu dalam keterangan di Jakarta pada Minggu (8/11/2026). Tanggal kejadian atau penyerahan fasilitas tidak disebutkan dalam laporan.
Menurut Huda, satu unit dapur yang sebelumnya menghasilkan 20–30 kilogram garam dalam sekali proses kini dapat menghasilkan sekitar 70–120 kilogram. Dengan rata-rata dua kali perebusan per hari, satu unit berpotensi menghasilkan sekitar 1,4 ton garam per pekan.
Huda mengatakan fasilitas baru berupa bangunan yang lebih kokoh dan permanen, serta dilengkapi tungku dan wajan perebusan berkapasitas lebih besar. Ia menyebut fasilitas tersebut ditujukan untuk memulihkan produksi dan memperkuat ketahanan sarana usaha terhadap potensi bencana.
KKP telah menyerahkan 15 unit dapur perebusan kepada masyarakat pesisir Bireuen. Jumlah itu merupakan tahap awal dari target pembangunan 55 unit di kabupaten tersebut.
Secara keseluruhan, KKP menargetkan pembangunan 506 unit dapur perebusan di lima kabupaten di Aceh, yakni Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Huda menyebut garam hasil perebusan masyarakat dijual dengan kisaran harga Rp3.000–Rp6.000 per kilogram, sementara harga pasar rata-rata berada pada kisaran Rp6.000–Rp9.000 per kilogram. Ia berharap sarana produksi yang lebih memadai membantu pelaku usaha kembali berproduksi, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperbaiki pendapatan keluarga.
Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan daerahnya merupakan penghasil garam terbesar kedua di Aceh. Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar mendukung keberlanjutan usaha garam masyarakat pesisir.