
Mendag Paparkan Tiga Program Perdagangan
11 menit yang lalu
IRGC menyatakan drone itu merupakan yang ke-14 dicegat sistem pertahanan udaranya; operatornya tidak disebutkan.
Terbit · 1 min read

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz. Menurut laporan ANTARA yang mengutip kantor berita semi-resmi ISNA, keterangan itu berasal dari pasukan IRGC.
Lokasi insiden disebut berada di timur Selat Hormuz, berseberangan dengan kawasan pesisir Sirik. Waktu kejadian tidak dirinci dalam laporan tersebut.
IRGC menyebut drone itu sebagai MQ-1 ke-14 yang dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udaranya. Pernyataan tersebut tidak menyebut pihak yang mengoperasikan pesawat nirawak itu.
MQ-1 merupakan pesawat nirawak buatan Amerika Serikat. Namun, informasi mengenai operator drone dalam insiden ini tidak disampaikan oleh IRGC, menurut laporan yang sama.
Laporan ANTARA juga menyebut insiden itu terjadi di tengah indikasi kemungkinan tindakan ofensif baru oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Hal tersebut disampaikan sebagai konteks, bukan sebagai kepastian bahwa serangan baru akan terjadi.
The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa (27/10/2026) bahwa Washington meminta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk bersiap menghadapi kampanye militer singkat dan intensif terhadap Teheran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026. Menurut laporan yang dikutip ANTARA, Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, meski disebut cenderung memilih serangan besar setelah pemilu.
ANTARA menyebut Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur utama pasokan energi global.
Nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni untuk membuka jalan menuju kesepakatan damai final kemudian tidak berlanjut karena sejumlah perbedaan pendapat, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz, menurut laporan ANTARA. Tahun penandatanganan nota tersebut tidak dirinci dalam naskah sumber.