
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Kebun Teh
14 menit yang lalu
Festival menampilkan kerajinan dan olahan pangan IKM binaan Disperindag Sangihe.
Terbit · 1 min read

Festival Keanekaragaman Hayati Sangihe 2026 menjadi ajang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. Menurut laporan Manado Post, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe menghadirkan kerajinan tangan dan olahan pangan khas Sangihe dalam kegiatan tersebut.
Sekretaris Disperindag Kabupaten Kepulauan Sangihe Ferawanti M. Massora mengatakan keikutsertaan dinas itu merupakan dukungan terhadap festival sekaligus upaya mempromosikan produk IKM binaan.
Massora menyebut Disperindag membina lebih dari seribu pelaku IKM. Karena keterbatasan waktu, produk yang dipamerkan kali ini terbatas pada sejumlah pengrajin dan pelaku usaha yang dapat dijangkau.
Produk kerajinan yang ditampilkan antara lain anyaman rotan tikus, anyaman tolu dari Barangka, serta tumbler berbahan bambu batik. Menurut Massora, beberapa produk kerajinan pernah meraih juara dalam perlombaan tingkat provinsi, termasuk anyaman rotan tikus yang mendapat juara ketiga.
Kerajinan tersebut juga merupakan hasil binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Disperindag turut menghadirkan produk pangan seperti kue halua kenari, bagea bangket, kue kenari atau kabesa, keripik, dan kue gulung.
Massora mengatakan masyarakat yang ingin memesan produk dapat menghubungi Disperindag Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia menjelaskan sebagian besar produk IKM dipasarkan di Sangihe dan Sulawesi Utara.
Menurut Massora, halua kenari telah sampai kepada pembeli di luar negeri melalui pesanan warga Sulawesi Utara yang tinggal di mancanegara, bukan melalui ekspor. Produk IKM binaan Disperindag juga diperkenalkan melalui pameran tingkat nasional di Jakarta dan Bali.