
Ilmuwan Soroti Dampak Kebakaran Hutan pada Target Iklim
15 menit yang lalu
Tiga program perdagangan mencakup pengamanan pasar domestik, perluasan ekspor, dan dukungan bagi produk lokal.
Terbit · 1 min read

Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan tiga program utama untuk mendorong kinerja perdagangan Indonesia dalam dialog di CNBC Indonesia Awards 2026: Best Consumer. Menurut laporan CNBC Indonesia, program tersebut meliputi pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.
Dialog itu berlangsung pada Kamis (29/10/2026).
Budi mengatakan ketiga program itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pengamanan pasar domestik diarahkan agar pasar dalam negeri menjadi ruang tumbuh bagi industri lokal sekaligus memberi peluang untuk memanfaatkan potensi pasar global.
Untuk memperluas ekspor, Kementerian Perdagangan memperkuat kerja sama dagang dengan negara mitra. Menurut laporan yang sama, terdapat 25 perjanjian dagang yang telah dicapai dan 13 lainnya masih dalam proses negosiasi.
Melalui program Dari Lokal untuk Global, Kementerian Perdagangan memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah agar dapat memasuki pasar ekspor. Dukungan itu memanfaatkan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) serta atase perdagangan di 33 negara.
Laporan CNBC Indonesia menyebut terdapat 44 ITPC yang berperan membuka peluang pembeli. Fasilitas tersebut didukung pembiayaan perbankan, fasilitas dari badan usaha milik negara, dan asosiasi dagang.
Kementerian Perdagangan mencatat transaksi program Dari Lokal untuk Global mencapai 134 juta dolar AS pada 2025. Pada Januari hingga September 2026, nilainya disebut mencapai 360 juta dolar AS.
Selain itu, kementerian membina 2.600 desa untuk menembus pasar ekspor dan menjalankan Campuspreneur di 25 perguruan tinggi. Program Campuspreneur ditujukan untuk melatih mahasiswa dan kampus menjadi eksportir.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut produk manufaktur tekstil, alas kaki, mineral, pertanian, dan perkebunan sebagai produk unggulan Indonesia di pasar global. Produk makanan dan minuman serta dekorasi rumah disebut memiliki potensi, sementara pemerintah mendorong daya saing produk lokal melalui deregulasi, kemudahan berusaha, dan insentif.