
Ilmuwan Soroti Dampak Kebakaran Hutan pada Target Iklim
14 menit yang lalu
Kesepakatan mencakup pasokan gas pipa dan LNG, termasuk rencana pasokan dari Proyek Masela.
Terbit · 2 min read

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani tujuh kesepakatan komersial untuk memperkuat portofolio pasokan gas bumi. Menurut laporan CNBC Indonesia, penandatanganan berlangsung dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kesepakatan melibatkan pemasok gas bumi domestik melalui jaringan pipa maupun gas alam cair (LNG). Dokumen yang ditandatangani terdiri atas tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), satu amandemen PJBG, dan tiga perjanjian jual beli LNG.
Tiga PJBG baru melibatkan EMP Bentu, Medco Sakakemang B.V., dan PEP Sengeti. Amandemen PJBG dilakukan bersama Medco South Sumatera sebagai kelanjutan kerja sama pasokan yang telah berjalan.
PJBG dengan EMP Bentu mencakup pasokan hingga sekitar 4 BBTUD. Kesepakatan dengan Medco Sakakemang B.V. mencakup volume hingga sekitar 38 BBTUD mulai 2027, sedangkan PJBG dengan PEP Sengeti mencakup hingga sekitar 5,7 MMSCFD mulai 2028.
Amandemen PJBG Medco South Sumatera mencakup volume 15 BBTUD. Menurut laporan yang sama, volume dan periode penyaluran setiap kesepakatan mengikuti ketentuan serta kesepakatan komersial para pihak.
Tiga perjanjian LNG mencakup kerja sama dengan South Hub untuk periode pengiriman mulai 2027, North Hub mulai 2029, dan LNG Abadi Masela. Kesepakatan dengan LNG Abadi Masela merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang dibuat PGN bersama para kontraktor proyek dalam IPA Convex 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Kerja sama LNG Abadi Masela direncanakan mencakup total pasokan 775 TBTU selama 15 tahun sejak proyek mulai beroperasi secara komersial. Pasokan tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber LNG domestik jangka panjang, sejalan dengan perkembangan dan kesiapan operasional proyek.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan kesepakatan dengan pemasok hulu migas mendukung keberlanjutan pasokan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Ia menyebut kombinasi gas pipa dan LNG sebagai strategi untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan pasokan serta mendukung kebutuhan sektor industri, komersial, dan kelistrikan. Menurut laporan yang sama, kerja sama itu juga disebut memperkuat sinergi Pertamina Group dalam pemanfaatan gas domestik.