
1.100 Koki Bersaing di KRISTAInterFOOD 2026
1 jam yang lalu
Kaja Kallas menyatakan Uni Eropa tidak akan menjalankan kesepakatan damai yang dibuat tanpa keterlibatannya.
Terbit · 1 min read

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan Uni Eropa harus dilibatkan dalam setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina. Menurut laporan ANTARA, ia mengatakan blok tersebut tidak akan menjalankan kesepakatan yang dicapai tanpa keterlibatannya.
Kallas menyampaikan hal itu pada Jumat (6/11/2026) dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha. Konferensi pers tersebut membahas peran Eropa dalam perundingan perdamaian.
Menurut laporan yang sama, Kallas menyebut keputusan mengenai sanksi Uni Eropa dan aset Rusia yang dibekukan berada di tangan blok itu. Ia mengatakan keterlibatan Uni Eropa juga diperlukan dalam jaminan keamanan, rekonstruksi, dan proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa.
Kallas mengatakan upaya diplomatik baru untuk mengakhiri perang sedang berlangsung. Para menteri, menurutnya, telah membahas langkah yang dapat mereka ambil untuk berkontribusi, sementara Uni Eropa tetap mendukung upaya menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Ia menilai keadaan di lapangan masih memprihatinkan. Kallas mengatakan sedikitnya 45 warga sipil tewas akibat serangan udara Rusia di Ukraina sepanjang pekan itu dan memperingatkan Ukraina menghadapi musim dingin yang sulit karena infrastruktur energinya terus menjadi sasaran Moskow.
Kallas menyatakan Uni Eropa telah menyalurkan tambahan dana 4,36 miliar euro melalui pinjaman dukungan pada pekan tersebut untuk memperkuat ketahanan Ukraina. Laporan ANTARA menyebut nilai itu setara dengan 5,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,27 triliun.
Kallas menegaskan Eropa memiliki kepentingan keamanan sendiri dan berkomitmen mendukung Ukraina. Ia mengatakan Uni Eropa bukan mediator dan berpihak kepada Ukraina.
Ia menolak pengakuan hukum atas klaim Rusia terhadap wilayah Ukraina yang diduduki serta menyerukan pertanggungjawaban atas kejahatan perang, kompensasi kerusakan, dan pemulangan anak-anak yang dideportasi dari Ukraina. Kallas juga menyatakan kedaulatan, kemerdekaan, dan hak Ukraina untuk memilih aliansi harus dihormati; menurutnya, konsesi semestinya diberikan oleh pihak agresor, bukan korban.