
Inflasi 11 Provinsi Sulampua Melampaui Sasaran Nasional
10 menit yang lalu
Kesenjangan upah menyempit dan proporsi perempuan di posisi manajerial meningkat menurut KemenPPPA.
Terbit · 1 min read

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyebut peran perempuan di sektor ekonomi dan pengambilan keputusan meningkat selama dua tahun kinerja KemenPPPA. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Arifah mengatakan kesenjangan upah perempuan dan laki-laki turun dari 21,89 persen pada 2024 menjadi 20,27 persen pada 2025.
Persentase perempuan yang menduduki posisi manajerial juga meningkat dari 35,49 persen pada 2024 menjadi 36,68 persen pada 2026, menurut laporan yang sama.
Arifah mengatakan KemenPPPA mendorong perkembangan tersebut melalui kebijakan, kerja sama, dan kegiatan pemberdayaan perempuan.
Di Yogyakarta, 102 perempuan mengikuti kegiatan penguatan usaha. Menurut Arifah, 10 pelaku usaha memperoleh Nomor Induk Berusaha dan terjalin kemitraan dengan tiga pembeli.
Arifah mengatakan pemberdayaan perlu mencakup akses pasar dan kesempatan memperoleh penghasilan, bukan hanya pelatihan. Ia menyebut kegiatan di Yogyakarta itu sebagai salah satu contoh pendekatan tersebut.
Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, KemenPPPA juga menjalankan langkah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, memperluas akses penanganan korban kekerasan, memenuhi hak anak, serta memperkuat perlindungan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus.
KemenPPPA menyatakan komitmen itu mendukung Asta Cita dan RPJMN 2025–2029. Arifah mengatakan kementeriannya akan terus meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan layanan bagi perempuan dan anak.