
Mahasiswa UGM Rintis Peternakan Bejo Farm
10 menit yang lalu
Program pembelajaran dan pendanaan diarahkan untuk meneruskan pengetahuan musik tradisi serta membina pemusik muda.
Terbit · 1 min read

Kementerian Kebudayaan memfasilitasi pembelajaran musik tradisi untuk mendorong regenerasi pemusik dan menjaga kelestariannya. Menurut laporan ANTARA, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal itu dalam konferensi pers “2 Tahun Kementerian Kebudayaan” di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Fadli mengatakan salah satu upaya yang dilakukan ialah meneruskan pengetahuan, pengalaman, kekayaan, narasi, dan keterampilan dari maestro kepada generasi berikutnya. “Di dalam musik tradisi itu ada maestro-maestronya. Salah satu intervensi yang kita lakukan itu adalah transmisi pengetahuan, pengalaman, kekayaan, narasi, keterampilan, dari maestro kepada generasi berikutnya,” katanya.
Kementerian menjalankan Program Belajar Bersama Maestro (BBM), yang mencakup bidang musik. Gerakan Seniman Masuk Sekolah, yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah, juga menyediakan pembinaan musik.
“Jadi si senimannya ini kita dukung, kita biayai, kita fasilitasi untuk ikut mengajar di sekolah-sekolah,” kata Fadli. Selain itu, kementerian menyelenggarakan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI).
FMTI digelar di empat daerah pada 2025. Pada 2026, kegiatan itu ditargetkan berlangsung di 10 daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Dukungan lain tersedia melalui Dana IndonesiaRaya, yang menyediakan pendanaan bagi individu, komunitas, dan lembaga. Fadli mengatakan berbagai program tersebut menjadi sarana untuk menghidupkan musik tradisi, sementara musik kontemporer telah berkembang sebagai industri.
Program BBM pada 2026 melibatkan enam maestro dan 51 peserta, sedangkan pada 2025 diikuti enam maestro dan 60 peserta. Menurut Fadli, peserta dipilih melalui audisi khusus dengan prioritas bidang dalam manajemen talenta, termasuk seni pertunjukan, seni rupa, film, musik, dan sastra.
Hingga September 2026, Gerakan Seniman Masuk Sekolah tercatat menjangkau 3.521 peserta didik di 216 sekolah pada 25 daerah. Pada 2025, program itu dilaksanakan di 224 sekolah di 27 daerah dan diikuti 2.924 peserta didik.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.