
Jafar/Rinjani Tersingkir di Korea Open 2026
13 menit yang lalu
Paviliun Indonesia akan menggelar 67 sesi dialog dan menampilkan program kolaborasi iklim di COP31.
Terbit · 1 min read

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan Paviliun Indonesia sebagai pusat diplomasi, aksi perubahan iklim, penjajakan sumber daya, dan kolaborasi global di COP31. Menurut laporan ANTARA, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan rencana tersebut dalam pengarahan media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Paviliun itu akan hadir dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Antalya, Turki. Sesi dialog dijadwalkan berlangsung mulai 8 November hingga penutupan pada 20 November 2026.
Paviliun mengusung tema Indonesia sebagai Rumah Solusi Iklim, dengan fokus pada penguatan ketahanan iklim melalui tindakan kolaboratif dan jalur strategis menuju nol emisi.
Menurut Jumhur, paviliun dirancang untuk menampilkan langkah nyata dan aksi kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Lima kegiatan utama yang disiapkan ialah sesi dialog, pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman, koneksi karbon, pameran digital, serta program siniar.
Agenda dialog akan membahas transisi energi bersih dan industrialisasi hijau, sinergi berbasis alam, kota berketahanan iklim dan bebas sampah, pendanaan iklim dan pasar karbon, serta keadilan iklim dan masyarakat inklusif.
Jumhur mengatakan total 67 sesi dialog dijadwalkan berlangsung selama kegiatan paviliun. Ia juga menyampaikan bahwa delegasi Indonesia mengambil inisiatif penanaman pohon untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara.
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam secara seremonial pada 30 Oktober 2026 di Hutan Mangrove Angke Kapuk, Jakarta. Penanaman tambahan 2.000 pohon direncanakan di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kereumbi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bekerja sama dengan Wanadri.
Peserta yang tidak hadir dalam kegiatan penanaman dapat berkontribusi dengan membeli unit karbon melalui platform seperti Mandiri Green Living untuk mengimbangi perkiraan emisi perjalanan masing-masing. Jumhur menambahkan, setiap peserta internasional yang terdaftar dalam sesi paviliun akan mendapat kompensasi otomatis berupa penanaman satu pohon.