
Narendra Jatna Paparkan Risiko Mekanisme NCB
10 menit yang lalu
Ledakan terdengar di dua wilayah pesisir Iran, tetapi penyebab dan dampaknya belum diketahui.
Terbit · 1 min read

Sejumlah ledakan terdengar pada Selasa (3/11/2026) pagi di Pulau Qeshm dan Bandar Lengeh, wilayah selatan Iran. Menurut laporan ANTARA, informasi itu dikutip dari kantor berita Iran IRNA dan Fars.
IRNA melaporkan lima suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm, yang berada di Selat Hormuz. Fars menyebut suara ledakan terdengar dari arah laut di Bandar Lengeh, Provinsi Hormozgan.
Penyebab ledakan belum diketahui. Kedua kantor berita itu belum melaporkan korban jiwa maupun kerusakan akibat kejadian tersebut, menurut laporan yang sama.
Laporan mengenai ledakan muncul di tengah upaya diplomatik antara Teheran dan Washington terkait ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan pada Senin (2/11/2026) bahwa Iran dan Amerika Serikat masih bertukar pesan melalui mediator, menurut laporan yang sama.
Baqaei juga mengonfirmasi Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi telah mengunjungi Doha untuk memfasilitasi pertukaran pesan yang dimediasi Qatar.
Menurut laporan yang sama, konflik bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan menargetkan Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan, sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.
Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz pada 18 Juni. Pelaksanaannya kemudian terhenti akibat perselisihan mengenai keamanan di selat tersebut, menurut laporan yang sama.