
SpaceX dan Tesla Bahas Peluang Merger
11 menit yang lalu
Iran menyatakan memantau aktivitas AS dan menyiapkan opsi baru jika permusuhan kembali terjadi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, anggota parlemen Iran Feda Hossein Maleki mengatakan Iran memantau aktivitas Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dan menyiapkan taktik baru untuk operasi balasan jika militer AS kembali melancarkan permusuhan.
Maleki menyampaikan pernyataan itu kepada RIA Novosti. Ia menyebut pemantauan dilakukan di kawasan dan sekitar Selat Hormuz, tanpa menyebut waktu pernyataannya dalam laporan tersebut.
Menurut Maleki, opsi yang disiapkan mencakup perubahan cara Iran menjalankan operasi, pendekatan taktis, dan penggunaan taktik baru dalam menghadapi AS.
Ia mengatakan pendekatan baru itu dapat mengejutkan dunia dan pakar militer. Maleki membandingkannya dengan kemampuan rudal Iran yang menurutnya pernah mengejutkan dunia.
Laporan ANTARA menyebut NBC News, dengan mengutip sejumlah sumber, melaporkan pada Rabu (21/10/2026) bahwa AS secara bertahap mengevakuasi personel militer dan diplomatiknya dari Timur Tengah. Langkah tersebut disebut serupa dengan tindakan AS sebelum perang terhadap Iran dimulai pada Februari.
Saat dimintai tanggapan mengenai laporan penarikan personel itu, Pentagon menolak berkomentar kepada RIA Novosti, menurut laporan ANTARA.
AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026, lalu Iran melancarkan serangan balasan. Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama kemudian.
Laporan ANTARA menyebut konflik antara Iran dan AS tersebut hingga kini belum terselesaikan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.