
Bapanas Hentikan Sementara Izin Beras Fortifikasi
13 menit yang lalu
Kemenhub meminta operator memeriksa armada, prasarana, dan kesiapan petugas sebelum masa angkutan akhir tahun.
Terbit · 1 min read

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan menjadi prioritas penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Menurut laporan ANTARA, prioritas itu mencakup kesiapan armada, prasarana, petugas, dan pengawasan.
Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di kantor kementerian tersebut di Jakarta, Senin (2/11/2026). Dudy menyampaikan keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dudy mengatakan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar penyelenggaraan angkutan libur akhir tahun berjalan lancar. Ia menyebut persiapan matang diperlukan untuk menjaga perjalanan tetap aman, tertib, dan memberi perlindungan kepada pengguna jasa.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru,” kata Dudy. Ia juga menyampaikan, “Natal dan Tahun Baru adalah waktu yang berarti bagi banyak keluarga. Mereka memercayakan keselamatan perjalanannya kepada kita. Kepercayaan itu harus dijawab dengan persiapan yang sungguh-sungguh.”
Menurut laporan yang sama, Kemenhub meminta operator memeriksa armada dan prasarana sebelum digunakan. Pemeriksaan kelaikan dilakukan untuk memastikan keduanya memenuhi persyaratan keselamatan.
Operator juga diminta memastikan pengemudi, awak kendaraan, dan petugas dalam kondisi sehat, kompeten, serta siap melayani. Kapasitas angkutan dan kepadatan penumpang perlu diantisipasi dengan mempertimbangkan data dan kondisi lapangan.
Informasi cuaca dan kondisi lintasan diminta menjadi dasar keputusan operasional, terutama untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, banjir, longsor, gelombang tinggi, dan angin kencang. Operator juga diminta menyiapkan penanganan keadaan darurat serta menyediakan informasi perjalanan dan fasilitas yang memadai.
Dudy meminta potensi risiko, seperti rambu tertutup, peralatan keselamatan yang tidak berfungsi, dan keterlambatan informasi, segera diperbaiki. Kemenhub meminta operator dan pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan angkutan akhir tahun.