
Ancaman Bom Diterima 271 Sekolah di Italia
11 menit yang lalu
Turis berusia 69 tahun itu mengalami luka di kaki dan tangan, lalu mendapat perawatan medis.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com yang mengutip Travel and Leisure, seorang turis asal Amerika Serikat bernama John Schweizer digigit hiu saat mengikuti kegiatan snorkeling di perairan sekitar Bimini, Bahama. Schweizer mengalami luka di kaki dan tangan.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026), ketika Schweizer berlibur bersama istri dan kedua anaknya untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-40. Ia mengikuti wisata snorkeling berpemandu yang memungkinkan peserta berenang bersama hiu karang Karibia.
Sebelum kegiatan dimulai, pemandu disebut memberi tahu peserta bahwa hiu biasanya berenang menjauh ketika orang masuk ke air. Namun, setelah Schweizer masuk ke laut, putranya yang berada di kapal melihat bayangan besar di dalam air.
Bayangan itu diperkirakan merupakan hiu dengan panjang sekitar 1,5 hingga 2,1 meter. Schweizer kemudian merasakan benturan keras dan menyadari dirinya telah digigit.
Istri Schweizer semula mengira ia bercanda. Ia lalu mengetahui situasinya setelah melihat luka dan darah pada tubuh suaminya.
Keluarga dan awak kapal membawa Schweizer kembali ke kapal. Mereka menggunakan handuk dan torniket untuk menahan pendarahan sebelum membawanya ke kapal pesiar tempat keluarga itu menginap.
Seorang dokter unit gawat darurat di kapal pesiar membersihkan dan menjahit luka Schweizer selama sekitar tiga jam. Ia mendapat 26 jahitan di kaki dan empat jahitan di tangan, lalu dibawa ke rumah sakit di Miami untuk penanganan lanjutan.
Kondisinya berangsur membaik dan ia dapat pulang ke Connecticut sehari kemudian. Schweizer, yang dikenal sebagai pemancing dan terbiasa melihat hiu, mengatakan tidak ingin lagi berenang bersama hewan tersebut. Menurut data International Shark Attack File dari Florida Museum of Natural History yang dikutip laporan itu, hanya ada empat serangan tanpa provokasi oleh hiu karang Karibia terhadap manusia sejak 1580, dan tidak ada yang berakibat fatal.