
Banjir di Aceh Barat Surut Sepenuhnya
8 menit yang lalu
Posko direncanakan beroperasi selama 20 hari untuk memantau angkutan dan mengoordinasikan penanganan gangguan.
Terbit · 1 min read

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 untuk mengoordinasikan pemantauan serta penanganan gangguan transportasi nasional. Menurut laporan ANTARA, posko itu direncanakan beroperasi selama 20 hari.
Posko dijadwalkan beroperasi pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 sebagai pusat koordinasi transportasi nasional selama masa libur. Kementerian Perhubungan merencanakan posko tersebut untuk memantau penyelenggaraan angkutan.
Dudy mengatakan kementerian bersama para pemangku kepentingan akan memantau kondisi transportasi secara terpadu. Pemantauan itu ditujukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak awal dan mempercepat pengambilan keputusan ketika kondisi operasional berubah.
Menurut laporan yang sama, posko juga akan memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menangani kepadatan penumpang, gangguan cuaca, dan keadaan darurat yang memerlukan respons lintas sektor. Dudy menyebut koordinasi tersebut diharapkan membantu mengantisipasi dan menangani gangguan dengan cepat.
Menhub meminta operator menyampaikan informasi operasional secara cepat, akurat, dan berkelanjutan selama angkutan libur akhir tahun. Kementerian Perhubungan juga merencanakan evaluasi harian melalui posko agar perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Dudy menyatakan keberhasilan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru bergantung pada sinergi para pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan kendala. Ia menekankan keselamatan masyarakat serta mutu pelayanan sebagai ukuran keberhasilan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di kantor kementerian di Jakarta pada Senin (2/11/2026). Rapat itu membahas kesiapan perjalanan yang aman, lancar, dan berkeselamatan.