
Lemigas Jadi Pelaksana Pengadaan Minyak dan BBM
21 menit yang lalu
Kedua menteri membahas penanganan karhutla, kerja sama penegakan hukum, ekonomi, dan agenda ASEAN.
Terbit · 1 min read

Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir, yang dikenal sebagai Tata, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk membahas karhutla, kerja sama ekonomi, dan sejumlah isu strategis. Menurut laporan CNBC Indonesia, pertemuan itu juga membahas penegakan hukum terhadap perusahaan yang diduga terkait kebakaran serta agenda ASEAN.
Pertemuan berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026). Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan, Tata mengatakan kedua negara perlu menyelesaikan perbedaan secara konstruktif, saling menghormati, dan terbuka.
Salah satu pembahasan adalah kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan. Tata mengatakan masyarakat Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan, menjadi pihak pertama yang terdampak asap.
Menurut laporan yang sama, pemerintah Indonesia telah mengerahkan sekitar 71.000 personel darat dan 51 unit udara di sejumlah provinsi prioritas. Singapura menyetujui usulan pembentukan satuan tugas gabungan untuk memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi mengenai perusahaan yang diduga terkait kebakaran.
Tata mengatakan ratusan individu dan lebih dari 50 perusahaan telah atau sedang menjalani penyelidikan dan proses hukum terkait karhutla. Ia menyatakan Indonesia akan menggunakan kekuatan hukum untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang mengambil keuntungan dari kebakaran.
Kedua negara juga membahas pertukaran data keuangan dan bukti lintas negara, serta kemungkinan pemulihan aset. Tata menyambut tawaran Singapura untuk berbagi informasi mengenai perusahaan yang terkait dengan kebakaran dan menekankan perlunya penelusuran aliran dana.
Dalam kerja sama ekonomi, kedua negara sepakat melanjutkan penguatan perdagangan dan investasi. Vivian menyebut pertemuan itu menindaklanjuti pertemuan pemimpin kedua negara pada Juli lalu, yang menghasilkan 26 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, pertahanan, kerja sama digital, lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Tata menyatakan Indonesia mendukung Singapura sebagai Ketua ASEAN pada 2027 dan berharap kawasan tetap bersatu, sentral, serta tangguh. Kedua menteri juga sepakat memperkuat komunikasi melalui saluran khusus dan mencatat bahwa Indonesia dan Singapura akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik pada 2027.