
BRIN Kembangkan Daging Analog Berbahan Kacang Koro
17 menit yang lalu
Proyek jalan dan energi disebut mendekatkan Moldova dengan Rumania, tetapi belum ada jadwal penyatuan.
Terbit · 1 min read

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Moldova Mihai Popsoi mengatakan proses penyatuan negaranya dengan Rumania terus berlangsung melalui proyek infrastruktur dan integrasi energi. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu kepada televisi TVR Moldova pada Sabtu (7/11/2026).
Popsoi menyebut jalan raya bernama “Unifikasi” sedang dibangun dan jembatan direncanakan di sepanjang Sungai Prut. Ia juga mengatakan interkoneksi energi dan proyek infrastruktur lain semakin mendekatkan kedua sisi sungai tersebut.
Menurut Popsoi, masyarakat Moldova terbuka terhadap gagasan penyatuan. Ia menilai proyek konkret lebih efektif meyakinkan warga tentang manfaat upaya itu daripada perdebatan politik semata.
Meski proses tersebut berlanjut, Moldova belum dapat memberikan jadwal pasti untuk penyatuan dengan Rumania, menurut laporan yang sama.
Di sisi lain, sejumlah tokoh oposisi Moldova menilai Rumania sedang mempersiapkan aneksasi teritorial. Mantan Presiden Igor Dodon menyebut pendukung unifikasi di Chisinau sebagai pengkhianat kepentingan nasional.
Mantan Presiden Moldova Vladimir Voronin mengatakan penyatuan dengan Rumania pada periode 1918–1940 merupakan penjajahan brutal dan genosida terhadap rakyat Moldova. Pernyataan itu merupakan pandangan Voronin sebagaimana diberitakan ANTARA.
Pada awal November, Presiden Moldova Maia Sandu mengatakan dukungan publik di negaranya untuk bergabung dengan Rumania belum cukup. Konstitusi Moldova menetapkan negara itu sebagai negara netral.
Sejak 2022, Chisinau meningkatkan upaya integrasi dengan Uni Eropa dan Rumania. Pada musim semi 2023, parlemen Moldova menyetujui penggunaan istilah “Bahasa Rumania” untuk bahasa nasional dalam seluruh naskah hukum dan peraturan.