
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Batasi PKWT Empat Tahun
14 menit yang lalu
Bantuan disalurkan dalam 10 tahap untuk penanganan bencana dan penguatan ekonomi warga Jembrana.
Terbit · 1 min read

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali telah menyalurkan bantuan sosial penanganan bencana dan penguatan ekonomi senilai total Rp811,5 juta kepada masyarakat Kabupaten Jembrana sepanjang 2026. Menurut laporan ANTARA, bantuan itu disalurkan melalui 10 tahap hingga November.
Penyaluran tahap kesepuluh berlangsung pada Kamis (5/11/2026) dengan nilai Rp304 juta. Sebelum tahap tersebut, sembilan kali penyaluran di Jembrana telah mencapai Rp507,5 juta, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali.
Giri mengatakan bantuan diberikan sesuai kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana. “Ini adalah wujud implementasi program Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana, atas nama Pemprov Bali kami memberikan bantuan sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana,” katanya dalam keterangan yang diterima di Denpasar.
Dari dana tahap kesepuluh, Rp98 juta dialokasikan untuk perbaikan rumah tiga warga yang terdampak kebakaran. Sebanyak Rp206 juta lainnya disalurkan untuk penguatan ekonomi kepada 27 penerima manfaat.
Bantuan perbaikan rumah disesuaikan dengan kondisi kerusakan bangunan. I Kadek Dwi Loka Wijaya, warga Desa Pekutatan, menerima Rp50 juta untuk merenovasi rumah dan balai sari yang mengalami kerusakan berat.
Ahmad Kurniawan, warga Desa Air Kuning, menerima Rp25 juta untuk perbaikan rumah dengan kategori rusak sedang. I Ketut Sumerta, warga Desa Manistutu, menerima Rp23 juta untuk memperbaiki rumah yang juga mengalami kerusakan sedang.
Di luar bantuan perbaikan rumah, Giri menyerahkan bantuan tambahan secara pribadi sebesar Rp2 juta kepada Sumerta. Ia mengatakan bantuan yang diterima Sumerta telah digunakan untuk membangun kembali rumahnya.
Giri berharap bantuan dapat meringankan beban warga dan mendukung pemulihan tempat tinggal serta kegiatan sehari-hari. Bantuan penguatan ekonomi, menurut laporan yang sama, ditujukan untuk menyokong keberlanjutan usaha dan kehidupan ekonomi warga pascabencana.