
Prabowo Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Negara
15 menit yang lalu
Pemimpin Iran menyatakan Teheran akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri konflik jika kembali diserang.
Terbit · 1 min read

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan Teheran akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri konflik jika musuh kembali melancarkan serangan militer. Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Khamenei bertemu dengan pejabat tinggi militer Iran.
Dalam pernyataannya, Khamenei berkata, “Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran lah yang akan menentukan waktu dan kondisi bagi akhir mereka,” sebagaimana dikutip ANTARA.
Khamenei juga menginstruksikan para komandan senior agar memberi “respons yang segera dan efektif, tanpa batasan geografis terhadap potensi ancaman musuh.” Ia memerintahkan pembaruan daftar target agar aset Amerika Serikat dan Israel dapat dijangkau angkatan bersenjata.
Sebelumnya pada hari yang sama, Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa perang jilid dua akan meluas jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melakukan tindakan berisiko di kawasan bersama Israel, menurut laporan yang sama.
Laporan ANTARA menyebut ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan serangan di kawasan.
Upaya diplomatik antara Washington dan Teheran sempat menghasilkan kesepakatan damai pada Juni 2026. Namun, laporan itu menyebut ketegangan politik tetap tinggi karena perbedaan pandangan mengenai pengaturan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.