
BEI Kaji Insentif Pajak bagi Emiten
17 menit yang lalu
Menag mengusulkan komunikasi rutin dan pusat kolaborasi untuk memperkuat kerja sama negara anggota MABIMS.
Terbit · 1 min read

Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta pertemuan negara anggota MABIMS tidak hanya berlangsung sekali setahun, tetapi diikuti kerja sama berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Jakarta pada Senin (2/11/2026).
Pernyataan tersebut menanggapi Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50 yang berlangsung pada 1-4 November 2026 di Jakarta. Kegiatan itu diinisiasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kementerian Agama.
Seminar menghadirkan pembicara dari empat negara anggota MABIMS dan menjadi wadah pertukaran gagasan, pengalaman, serta praktik baik. Pembahasan diarahkan pada perumusan model masyarakat Islam berkeadaban atau khayru ummah yang sesuai dengan dinamika Asia Tenggara.
Nasaruddin mengatakan hubungan negara-negara anggota MABIMS tidak hanya ditopang kedekatan geografis dan budaya, tetapi juga sejarah serta pertalian keilmuan. Menurut laporan yang sama, ia menilai kedekatan tersebut dapat mendukung persaudaraan, kerukunan antarumat beragama, dan perdamaian kawasan.
Ia mengajak negara anggota menyusun kriteria konkret untuk mewujudkan khayru ummah di Asia Tenggara. Nasaruddin menyebut keamanan ekonomi, stabilitas keamanan, dan potensi sumber daya alam sebagai hal yang perlu diperhatikan dalam mengayomi kehidupan umat Islam.
Nasaruddin juga mengusulkan pembentukan pusat kolaborasi untuk memperkuat masa depan umat. Gagasan itu dapat dibahas bersama dan, menurut laporan yang sama, diwujudkan antara lain melalui riset bersama, pertukaran keilmuan, penguatan sumber daya manusia, serta forum akademik lintas negara.
Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan kampusnya terbuka bekerja sama dengan Kementerian Agama dan perguruan tinggi negara anggota MABIMS. Ia menilai perguruan tinggi dapat mendukung diplomasi keagamaan dan memperkuat hubungan antarnegara, selain menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.