
Pengguna Awal iPhone Duo Keluhkan Layar Retak
13 menit yang lalu
Kerja sama empat negara dinilai membuka peluang transfer teknologi, produksi bersama, dan pelatihan industri pertahanan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Ketua Republikorp Norman Joesoef menilai nota kesepahaman Badr Initiative antara Indonesia, Qatar, Türkiye, dan Pakistan berpeluang memperkuat pertahanan Indonesia. Kerja sama itu dinilai dapat mendukung pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan, sumber daya manusia, dan kualitas produksi dalam negeri.
Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Doha, Qatar, pada Rabu (21/10/2026). Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Türkiye, pejabat pertahanan dari keempat negara menandatangani memorandum tersebut.
Norman menyampaikan penilaiannya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). "Kerja sama ini membuka peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta pelatihan teknis untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh," kata Norman.
Menurut Norman, kapasitas keempat negara dapat saling melengkapi, mulai dari pembiayaan dan investasi hingga teknologi, rekayasa teknik, manufaktur, dan sumber daya manusia. Pemanfaatan kemampuan tersebut diharapkan mendukung pengembangan industri sesuai kebutuhan dan prioritas nasional masing-masing negara.
Ia menilai keterlibatan pelaku industri diperlukan untuk menerjemahkan kerangka kerja sama antarnegara menjadi program. Kolaborasi Republikorp dengan Barzan Holdings dari Qatar disebut sebagai salah satu kemitraan yang dapat mendukung pengembangan kerja sama industri pertahanan dalam Badr Initiative.
Kesepakatan ditandatangani Wakil Menteri Pertahanan RI Yusuf Jauhari, Menteri Pertahanan Nasional Türkiye Yasar Guler, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara untuk Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, dan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif. Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Türkiye Haluk Gorgun turut menandatangani kesepakatan bersama Guler.
Memorandum tersebut ditujukan untuk mendorong produksi militer, penguatan kapabilitas, serta kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan teknis. Kementerian Pertahanan Türkiye menyebut inisiatif itu juga ditujukan untuk mendorong pengembangan solusi dan sektor industri yang terkait dengan sistem pertahanan modern.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu, proyek bersama akan mencakup produksi, berbagi teknologi, riset dan pengembangan, serta latihan militer teknis. Dua badan direncanakan mengatur pelaksanaannya: Badan Eksekutif mengidentifikasi proyek, sedangkan Badan Strategis menetapkan jadwal dan memberi persetujuan.
Anadolu juga melaporkan bahwa industri pertahanan Türkiye disebut akan mengambil porsi terbesar dalam proyek bersama, dengan pendekatan yang mencakup pengembangan kemampuan mitra dan infrastruktur industri melalui produksi serta pengembangan bersama. Norman berharap tindak lanjut kerja sama menghasilkan manfaat konkret bagi seluruh negara peserta.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.