
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
11 menit yang lalu
Menteri Perang AS melarang personel militer memakai informasi rahasia untuk bertaruh di pasar prediksi.
Terbit · 2 min read

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melarang personel militer memakai informasi orang dalam untuk bertaruh di pasar prediksi. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Russia Today pada Sabtu (24/10/2026), Hegseth menilai taruhan semacam itu dapat membongkar rencana militer dan memengaruhi keputusan operasional negara.
Memo bertanggal Selasa (20/10/2026) itu secara khusus menyasar platform Polymarket dan Kalshi, tempat pengguna bertaruh pada peristiwa dunia nyata seperti pemilu dan aksi militer.
Arahan tersebut melarang penggunaan materi rahasia maupun informasi resmi lain yang belum tersedia bagi publik. Pelanggar akan menghadapi tindakan disipliner atau tuntutan pidana di bawah hukum militer maupun federal.
Hegseth menyatakan bahwa musuh AS mengamati pergerakan di pasar tersebut. Menurut dia, transaksi keuangan anggota layanan, profesional intelijen, atau pegawai sipil departemen atas hasil militer dapat menciptakan sinyal. Ia juga memperingatkan bahwa kepentingan finansial pribadi dapat membahayakan objektivitas dan penilaian profesional di lapangan, misalnya ahli logistik yang bertaruh pada tanggal serangan akan memiliki kepentingan pada tanggal itu.
Menurut laporan yang sama, arahan ini menyusul penuntutan terhadap seorang tentara Pasukan Khusus AS, Sersan Utama Gannon Ken Van Dyke. Jaksa menuduhnya memakai informasi dari keterlibatannya dalam operasi Januari untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Jaksa menyebut Van Dyke memasang taruhan di Polymarket lebih dari US$32.500 (Rp585 juta) dan meraup lebih dari US$400.000 (Rp7,2 miliar). Sebagian besar taruhan itu diduga dipasang beberapa jam sebelum serangan ke Caracas, sementara Van Dyke hingga kini mengaku tidak bersalah.
Laporan itu menyebut kontroversi meluas hingga ke luar ranah militer. Sejumlah akun Polymarket yang baru dibuat tercatat memasang taruhan dengan waktu yang mencurigakan tepat sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata AS-Iran pada April lalu, dengan keuntungan hingga ratusan ribu dolar AS. Gedung Putih kemudian memperingatkan stafnya agar tidak berdagang berdasarkan informasi rahasia.
Secara terpisah, mantan operator pembaca teks pidato Trump diperintahkan menyerahkan keuntungan lebih dari US$107.500 (Rp1,935 miliar) dan membayar denda US$65.000 (Rp1,17 miliar). Sanksi itu dijatuhkan setelah regulator menemukan bahwa ia memakai akses awal ke teks pidato presiden untuk bertaruh pada kata-kata yang akan diucapkan Trump.
Rangkaian kasus ini meningkatkan pengawasan terhadap pasar prediksi, yang dituduh beberapa negara bagian AS menghindari hukum perjudian dan perlindungan konsumen. Pemerintahan Trump berpendapat platform tersebut tetap diatur otoritas keuangan federal, bukan undang-undang perjudian tiap negara bagian. Laporan itu juga menyebut Donald Trump Jr. menjabat penasihat strategis Kalshi dan memegang investasi di Polymarket melalui perusahaan ventura 1789 Capital.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.