
Hannah Einbinder Sebut Bela Palestina Standar Dasar
14 menit yang lalu
Vale melatih puluhan petani binaan di Morowali agar mampu mengelola lahan secara organik, produktif, dan berkelanjutan.
Terbit · 2 min read

PT Vale Indonesia Tbk membekali puluhan petani binaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan keterampilan pertanian sehat ramah lingkungan. Menurut laporan ANTARA, pelatihan itu bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan ekologi tanah dan pengelolaan pertanian sehat itu diikuti puluhan petani organik dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan perusahaan. Head of External Regional & Growth Vale Indonesia Endra Kusuma menyampaikan hal tersebut di Morowali, Sabtu (24/10/2026).
“Pelatihan ekologi tanah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini petani, sehingga mereka mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan,” kata Endra.
Menurut laporan yang sama, pelatihan ini bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang peningkatan pendapatan riil yang dijalankan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Program tersebut memperkuat kapasitas petani lewat pemahaman tentang kesehatan tanah, pengelolaan ekosistem pertanian, dan penerapan budidaya organik yang berkelanjutan.
Selama lima hari, peserta mendapat materi tentang ekologi tanah, sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik. Mereka juga mengikuti praktik lapangan berupa pengujian tekstur tanah, daya kapiler, dan aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL.
Endra mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui bidang pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta diharapkan dapat menerapkan sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lain di desa masing-masing. Dengan begitu, praktik pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan dapat semakin berkembang di wilayah Morowali.
Salah seorang peserta, Hafirudin, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama pelatihan. Ia telah menerapkan metode pertanian organik selama kurang lebih dua tahun dan menilai pelatihan itu melengkapi pemahamannya dalam mengelola lahan.
“Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini,” katanya. Menurut dia, materi yang diberikan juga membantu petani memahami kondisi lahan dan menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.