
Hannah Einbinder Sebut Bela Palestina Standar Dasar
13 menit yang lalu
NASA menargetkan astronaut Amerika Serikat kembali mendarat di Bulan pada 2028 lewat misi Artemis IV.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan rencana mendaratkan astronaut di Bulan pada 2028 lewat misi bernama Artemis IV.
Menurut laporan tersebut, NASA bekerja sama dengan SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos. Kerja sama itu disebut telah menyederhanakan desain dan mengubah konsep operasi wahana pendaratan berawak ke Bulan.
Pemimpin NASA, Jared Isaacman, dalam siaran pers di situs NASA pada Jumat (23/10/2026) menyatakan bahwa misi itu tidak hanya mendaratkan kembali manusia di Bulan, tetapi juga membangun pangkalan di sana. Ia menyebut NASA menjalankan Kebijakan Antariksa Nasional Presiden Donald Trump untuk mewujudkan kembalinya astronaut Amerika ke permukaan Bulan pada 2028.
Isaacman mengatakan NASA telah memiliki dasar yang terbukti pada roket Space Launch System (SLS) dan pesawat Orion, sementara dua wahana pendarat Bulan dikembangkan bersama Blue Origin dan SpaceX. Ia menegaskan NASA tidak akan berdiam diri saat semua bagian misi disatukan dan mengatakan keberhasilan Apollo bukan dicapai dengan cara berdiam diri. Ia juga menyebut bengkel mesin NASA beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari sepekan.
Menurut laporan yang sama, Blue Origin dan SpaceX harus lebih dulu menjalankan misi demonstrasi tanpa awak dengan wahana pendarat berawak mereka. Setelah itu, NASA akan mensertifikasi sistem wahana pendarat demi memastikan keselamatan dan keberhasilan misi berawak.
Isaacman menyebut perlengkapan pendahulu akan didaratkan lebih dulu di Bulan. Dengan begitu, ketika astronaut Amerika kembali ke sana pada 2028, kendaraan penjelajah dan elemen pertama kehadiran permanen manusia sudah menunggu mereka.
Para astronaut akan meluncur dengan pesawat Orion di atas roket SLS dari Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida. Pada setiap misi Artemis, sistem pendaratan manusia komersial terhubung dengan Orion sebelum membawa dua awak ke permukaan Bulan, sedangkan dua astronaut lainnya tetap berada di dalam Orion.
Untuk pendaratan pertama, NASA menargetkan setidaknya dua jam bagi para astronaut berjalan di permukaan Bulan. Selama itu, mereka juga ditugaskan mengambil sampel dari permukaan Bulan.
Menurut laporan yang sama, misi ini berjalan setelah NASA memutakhirkan kontrak dengan Blue Origin dan SpaceX awal tahun ini untuk sistem pendaratan manusia dan pengiriman kargo besar ke Bulan. Program Artemis telah dimulai sejak 2022, ditandai peluncuran roket Artemis I pada Rabu (16/11/2022), setelah manusia absen dari Bulan sekitar setengah abad.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.