
KTP dan Risiko Penyalahgunaan untuk Beli Mobil
20 menit yang lalu
Pemerataan pendidikan, menurut Syahganda, memerlukan program pembelajaran, guru, dan infrastruktur yang memadai.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan mengatakan pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui penyediaan infrastruktur dan program pembelajaran di sekolah. Ia menyebut upaya pemerintah belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026), Syahganda menyoroti perlunya peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan peran guru, dan pembangunan infrastruktur agar anak-anak lebih mudah menjangkau sekolah.
Syahganda menilai pemerataan pendidikan juga bergantung pada kemampuan pemerintah mengatasi hambatan akses, terutama di daerah terpencil. Ia menyebut perluasan pembelajaran hingga desa sebagai salah satu bentuk upaya tersebut.
Program digitalisasi pendidikan dan penguatan peran guru, menurutnya, menjadi bagian dari langkah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Namun, ia menilai pemerataan tidak cukup hanya dengan program pembelajaran dan tenaga pendidik.
Ia mencontohkan pembangunan jembatan yang menghubungkan desa terpencil yang sebelumnya terpisah sungai. “Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah,” katanya.
Menurut Syahganda, pembangunan infrastruktur pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian. Penyediaan sarana dan prasarana, ujarnya, perlu berjalan beriringan dengan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran.
Syahganda juga menyoroti kesejahteraan guru. Ia mengatakan dukungan berupa tunjangan dan bantuan diberikan kepada guru yang telah tercatat sebagai aparatur sipil negara maupun yang belum tercatat sebagai ASN.
Ia meyakini pendidikan bermutu dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. ANTARA tidak merinci program atau jumlah penerima dukungan bagi guru dalam laporan tersebut.