
Veda Ega Runner-up, Tiwi/Fadia Juara Hylo Open
15 menit yang lalu
Pemilihan 3 November akan menentukan komposisi Kongres dan menguji dukungan terhadap Trump.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November akan memperebutkan 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 35 dari 100 kursi Senat, serta 39 jabatan gubernur. Pemilihan itu menjadi ujian bagi Partai Republik dan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Saat laporan itu ditulis, Partai Republik memiliki 218 kursi di DPR dan 53 kursi di Senat; kursi lainnya dikuasai Partai Demokrat.
Mengutip Chatham House, laporan tersebut menyebut hasil pemilu akan membentuk keseimbangan kekuasaan di Washington. Komposisi Kongres juga dapat memengaruhi kemampuan pemerintahan menjalankan agenda serta ruang gerak anggota parlemen oposisi.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dikutip CNN Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump sebesar 32 persen. Laporan itu mengaitkan penurunan dukungan dengan kekecewaan atas penanganan biaya hidup dan perang melawan Iran, dengan merujuk Al Jazeera.
Dalam jajak pendapat tersebut, 17 persen responden menyetujui kebijakan Trump terkait biaya hidup. Survei daring itu melibatkan 1.277 orang dewasa, sementara laporan menyebut dukungan terhadap Trump juga menurun di kalangan Partai Republik.
Jajak pendapat NBC News menunjukkan 52 persen calon pemilih lebih memilih DPR dikuasai Demokrat, sedangkan 43 persen memilih Partai Republik. Analisis NBC News Decision Desk, berdasarkan tiga indikator politik nasional, memperkirakan Demokrat berpeluang menambah kursi, dari beberapa hingga puluhan.
Namun, laporan itu menyebut Partai Republik masih mungkin mempertahankan mayoritas atau membatasi kemenangan Demokrat. Salah satu faktor yang disebut adalah peta distrik yang lebih menguntungkan Partai Republik setelah upaya redistribusi wilayah yang didukung Trump.
Menurut analisis NBC News yang dikutip dalam laporan, banyak kursi yang dipegang Partai Republik berada di distrik yang dimenangi Trump dengan selisih dua digit pada 2024. Hasil di tiap distrik juga dapat dipengaruhi karakteristik lokal, isu yang menjadi perhatian pemilih, kandidat, dan keuntungan sebagai petahana.