
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Stabil
13 menit yang lalu
Peringatan ini mengajak umat mengenang orang yang telah meninggal dan mendoakan mereka dalam pengharapan akan kebangkitan.
Terbit · 1 min read

Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman menjadi momen bagi umat Katolik untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Menurut laporan CNN Indonesia, peringatan ini mengingatkan bahwa kehidupan berdampingan dengan kematian, sementara iman Katolik mengajarkan harapan akan kehidupan setelah kematian.
Hari Arwah diperingati setiap Senin (2/11/2026), sehari setelah Hari Raya Orang Kudus. Laporan tersebut membahas peringatan tahun 2026, yang jatuh pada 2 November.
Menurut laporan yang sama, tradisi ini telah ada sejak masa awal agama Kristen. Peringatan itu secara khusus mengajak umat mendoakan saudara-saudari yang telah berpulang.
Renungan yang disajikan merujuk pada bacaan 2 Makabe 12:43-46, yang mengisahkan persembahan bagi orang-orang yang telah meninggal dan mengaitkannya dengan harapan akan kebangkitan.
Bacaan dari Surat Pertama kepada Jemaat di Korintus menempatkan Kristus sebagai buah sulung kebangkitan. Renungan itu menyampaikan keyakinan bahwa mereka yang menjadi milik Kristus akan dibangkitkan pada waktunya.
Sementara itu, bacaan Injil Yohanes 6:37-40 menjadi dasar pengharapan bahwa orang yang percaya kepada Anak akan memperoleh hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman.
Laporan tersebut merangkum tiga pokok iman dalam peringatan ini: persekutuan para kudus, doa syafaat, dan kebangkitan badan. Renungan itu juga mengajak umat menjalani Hari Arwah dengan kasih dan pengharapan.
Dalam tradisi Katolik yang dijelaskan laporan tersebut, doa dan kurban, terutama Ekaristi, dipandang membantu proses pemurnian orang yang telah meninggal. Peringatan ini mengarahkan umat pada pengharapan akan kebangkitan bersama Kristus.