
Alwi Farhan Lolos ke 16 Besar Korea Open
19 menit yang lalu
Kerja sama PWI dan Bakom diarahkan pada literasi publik, koordinasi informasi, dan penguatan industri pers.
Terbit · 1 min read

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI sepakat bekerja sama memperkuat ekosistem informasi nasional, meningkatkan literasi publik, dan menjaga keberlangsungan industri pers. Menurut laporan ANTARA, kesepakatan itu disampaikan dalam pertemuan kedua pihak di Jakarta.
Ketua Umum PWI Akhmad Munir bertemu dengan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Ruang Rapat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Akhmad Munir juga menyampaikan pandangannya di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).
Akhmad Munir mengatakan wartawan berperan penting dalam memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat. Ia menilai kompetensi, etika, dan kualitas wartawan perlu diperkuat.
Menurut Akhmad Munir, perkembangan teknologi informasi memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan informasi. Karena itu, wartawan perlu menjaga kompetensi dan etika serta memegang kaidah jurnalistik.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah sebagai sumber informasi dan wartawan. Akhmad Munir menilai Bakom memiliki data dan informasi mengenai kebijakan pemerintah yang dapat disampaikan melalui jaringan media, menurut laporan yang sama.
Akhmad Munir mengatakan penyampaian informasi kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah perlu didasarkan pada data, fakta, dan waktu yang tepat untuk mengurangi kesimpangsiuran. Ia juga menyoroti tekanan terhadap industri pers dari platform digital global, persaingan bisnis lokal, dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ia menyebut perlindungan terhadap produk jurnalistik melalui hak penerbit sebagai salah satu persoalan yang perlu diperjuangkan. Menurutnya, industri pers perlu memperoleh kesetaraan nilai ekonomi dengan platform digital; PWI juga memiliki hampir 35 ribu anggota dan jaringan di berbagai daerah untuk mendukung penyebaran informasi serta literasi masyarakat.
Syahganda menyambut peluang kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi dengan insan pers penting menghadapi perubahan ekosistem komunikasi. Ia mengatakan media sosial dan algoritma platform digital memengaruhi persebaran informasi, serta mencontohkan bahwa pembahasan mengenai program Makan Bergizi Gratis di media sosial dapat lebih menonjolkan kasus keracunan.