
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas
13 menit yang lalu
Kemenkeu tidak akan mengambil saham BEI dalam demutualisasi, tetapi tetap mendukung reformasi pasar modal.
Terbit · 1 min read

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan Kementerian Keuangan tidak akan menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia dalam proses demutualisasi bursa. Menurut laporan CNN Indonesia, Suahasil menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers pada Selasa (3/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2026 di gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Suahasil menyebut Kemenkeu berperan sebagai perumus kebijakan, sedangkan BEI menjalankan kegiatan sebagai operator komersial.
Suahasil menjelaskan keputusan Kemenkeu untuk tidak mengambil saham BEI diambil demi menjaga batas antara regulator dan operator.
Meski tidak mengambil kepemilikan, Kemenkeu akan mendukung reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dan BEI. Suahasil juga menyatakan kementeriannya akan berkoordinasi untuk memantau pencapaian target setiap rencana aksi reformasi.
Laporan yang sama menyebut Pasal 8 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 memperbolehkan Kemenkeu, Bank Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menjadi pemegang saham BEI. Kepemilikan oleh institusi tersebut harus tetap menjaga independensi bursa.
Aturan itu juga memungkinkan ketiga institusi menunjuk pihak lain sebagai perwakilan pemegang saham sesuai ketentuan perundang-undangan. Berbeda dengan Kemenkeu, Danantara disebut siap mengambil porsi kepemilikan saham BEI.
Proses masuknya Danantara diproyeksikan berlangsung sebelum bursa memasuki tahap penawaran umum perdana saham. Para pemegang saham BEI sebelumnya menyepakati langkah demutualisasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu (28/10/2026).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan proses uji tuntas bagi investor baru, termasuk Danantara, sedang berjalan. Ia menyebut mekanisme masuknya pihak luar kemungkinan melewati penerbitan saham baru terlebih dahulu.