
KPK Tak Persoalkan Surat Belum Dibalas Panglima TNI
10 menit yang lalu
Pemerintah Korea Selatan menyelidiki kebocoran data Presiden Lee dan lebih dari 160 pejabat.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Korea Selatan menyelidiki kebocoran data pribadi Presiden Lee Jae Myung dan lebih dari 160 pejabat lainnya. Menurut laporan CNBC Indonesia, seorang menteri menyampaikan hal itu pada Selasa (3/11/2026).
Data yang bocor berupa berkas komputer berisi rincian pribadi, termasuk nomor paspor dan tanggal lahir pasangan serta pejabat senior yang mendampingi Lee dalam perjalanan ke luar negeri.
Laporan tersebut menyebut data itu tersebar di VirusTotal, platform pemindaian perangkat lunak berbahaya, sejak Juni. Informasi itu tetap dapat diakses selama hampir lima bulan dan muncul sebelum kunjungan Lee ke Eropa.
Kepala Staf Kepresidenan Lim Kwang-hyun menyebut insiden itu serius dan meminta penyelidikan menyeluruh. Menurut kantor Lee, ia juga menekankan perlunya memeriksa jenis informasi yang terbuka dan kemungkinan dampaknya.
Belum diketahui siapa yang mengunggah data tersebut maupun alasannya. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah memperbarui paspor orang-orang yang terdampak, termasuk Lee, serta menghapus informasi yang terekspos dari situs web.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Park Doo-soon mengatakan kementerian bekerja sama dengan Badan Kepolisian Nasional dan lembaga lain untuk menelusuri bagaimana informasi itu bocor.
Kementerian menganggap insiden tersebut sebagai kebocoran data, bukan serangan peretasan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap komputer dan akun surat elektronik yang digunakan untuk menyiapkan perjalanan kepresidenan.