
Peserta Wirasena Susun Deklarasi Komitmen
10 menit yang lalu
Kunjungan mencakup peninjauan sistem elektronika pertahanan dan proses produksi PT LEN.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau teknologi dan fasilitas produksi PT LEN Industri (Persero) di Bandung untuk melihat kesiapan industri dalam negeri mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Keterangan PT LEN yang disampaikan di Bandung pada Rabu (28/10/2026) menyebut peninjauan mencakup sistem radar, pesawat nirawak, komunikasi taktis, dan perangkat optronik pertahanan. Perangkat tersebut dikembangkan melalui tahapan perancangan, integrasi, hingga pengujian mutu.
Dalam keterangan itu, Sjafrie menyatakan bahwa keterhubungan antarsistem pertahanan dan kemampuan bertukar data secara terpadu penting bagi efektivitas operasi serta kemandirian alutsista TNI. Ia mengatakan, “Industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin.
Selama kunjungan kerja, Sjafrie juga memantau lini produksi alat komunikasi dan teknologi pemantauan taktis PT LEN. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan mutu produk memenuhi standar militer, menurut laporan ANTARA.
PT LEN menyebut skema keterhubungan yang dikembangkannya memungkinkan radar dan pesawat nirawak buatan dalam negeri terhubung dalam satu jaringan komando. Sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pemantauan kondisi operasional secara menyeluruh dan waktu nyata.
Direktur Utama PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan perusahaan, sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, memperkuat peran sebagai integrator sistem elektronika pertahanan. Menurut laporan ANTARA, upaya itu dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI, perguruan tinggi, dan industri nasional.
Joga juga menyatakan PT LEN berkomitmen memperkuat ekosistem teknologi pertahanan dan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri alutsista. Ia menambahkan, perusahaan optimistis penguasaan teknologi elektronika terintegrasi dapat mendukung kedaulatan dan daya saing industri pertahanan Indonesia.