
PLN dan Pemkab Toli-Toli Tinjau Tapak SUTT
10 menit yang lalu
Pemerintah Inggris mengimbau rumah tangga menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk keadaan darurat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting meminta warga bersiap menghadapi kemungkinan perang di Eropa dalam sekitar 1.000 hari. Ia juga mengimbau masyarakat menyimpan persediaan makanan dan minuman untuk mengantisipasi kesulitan pangan jika perang terjadi.
Dalam tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10/2026), Streeting menyebut negara-negara yang memusuhi Inggris dapat bersiap menyerang pada 2030. Menurut laporan yang sama, ia menilai Inggris dan sekutu NATO memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk mempersiapkan diri.
Streeting menulis bahwa kemampuan militer dan ekonomi pihak lawan dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melancarkan serangan menjelang 2030. Ia menyebut persiapan bersama sekutu sebagai upaya untuk menghadapi kemungkinan tersebut dan meraih kemenangan.
Ia juga memperingatkan ancaman yang berkembang dari negara-negara yang memusuhi, serangan siber, kejahatan terorganisasi, serta perubahan iklim. Ancaman itu, menurut Streeting, mencakup risiko terhadap infrastruktur penting.
Dalam pernyataan kepada BBC, Streeting mengatakan Inggris menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar daripada yang pernah dialaminya sepanjang hidup, atau setidaknya sebagian besar hidupnya.
Peringatan tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran kampanye pemerintah Inggris bertajuk Be Ready. Kampanye itu mengimbau setiap rumah tangga menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk bertahan selama tiga hari dalam keadaan darurat nasional.
Panduan kampanye menyarankan warga menyimpan air minum dalam kemasan, makanan yang tidak mudah rusak, uang tunai, dan kebutuhan pokok lain di rumah. Pemerintah Inggris menyatakan inisiatif itu bertujuan memperkuat ketahanan nasional, bukan sebagai respons terhadap peringatan intelijen tertentu.
Streeting juga menilai istilah seperti perang hibrida dan ancaman zona abu-abu belum cukup menggambarkan risiko yang ditimbulkan negara-negara yang memusuhi.