
Pemkot Jakarta Timur Ajak Pelajar Pahami Demokrasi
14 menit yang lalu
Sugiono meminta patroli diperkuat dan sarana mitigasi dipenuhi untuk menangani karhutla serta mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menginstruksikan penguatan patroli darat dan pemenuhan sarana mitigasi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut laporan CNBC Indonesia, instruksi itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sugiono menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat koordinasi pembaruan informasi cuaca dan penguatan patroli darat secara daring, Kamis (29/10/2026). Rapat itu juga membahas antisipasi bencana hidrometeorologi.
Dalam rapat tersebut, Sugiono menyoroti dampak karhutla yang meluas terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta ekosistem. Ia menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan lingkungan.
Menurut laporan yang sama, Sugiono meminta aparat penanggulangan bencana dan pemerintah daerah mengambil langkah proaktif, tanpa hanya mengandalkan hujan. Ia menyampaikan pesan Prabowo agar seluruh kemampuan dikerahkan untuk mengantisipasi dampak jika kejadian serupa terulang.
Sugiono juga menyoroti munculnya titik api baru ketika pemadaman masih berlangsung. Ia meminta sarana pemantauan dipenuhi lebih cepat dan pengawasan diperketat, terutama di provinsi prioritas, untuk mengantisipasi pembakaran lahan yang disengaja.
Selain karhutla, rapat membahas potensi banjir dan tanah longsor seiring perubahan cuaca. Sugiono meminta pemerintah daerah menginventarisasi kebutuhan peralatan mitigasi dan menyampaikannya kepada BNPB atau Kemenko PMK.
Pemerintah daerah juga diminta menormalisasi sungai yang masih tertutup material banjir sebelumnya dan memperbaiki saluran drainase. Menurut laporan yang sama, Kemenko PMK menyatakan koordinasi lintas sektor akan diperkuat untuk mempercepat penanganan karhutla dan kesiapsiagaan daerah.