
ANTARA Rangkum Lima Isu DKI Jakarta
10 menit yang lalu
Pemimpin oposisi Israel Yair Golan menyerukan pemerintahan baru tanpa Netanyahu pada pemilu 27 Oktober 2026.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id, pemimpin oposisi Israel, Yair Golan, bertekad menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Golan, yang memimpin Partai Demokrat, menilai pemerintahan Netanyahu telah merusak reputasi Israel di mata internasional hingga memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan sanksi ekonomi.
Golan menyoroti anggapan mengenai "terorisme Yahudi" yang menurutnya telah mencoreng citra Israel di kancah internasional.
Ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut guna mencegah Israel menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar.
Selain memperbaiki reputasi Israel dan memperkuat aliansi strategis, Golan menyerukan pembentukan pemerintahan baru tanpa Netanyahu.
Golan juga menolak keterlibatan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pemimpin Partai Shas, Aryeh Deri, dalam pemerintahan mendatang.
Menurut laporan yang sama, seruan Golan muncul di tengah peringatan Netanyahu bahwa Israel harus bersiap menghadapi kemungkinan berakhirnya bantuan militer Amerika Serikat (AS) serta pemberlakuan sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10, Netanyahu mengatakan bantuan militer AS senilai puluhan miliar dolar AS kemungkinan tidak akan lagi diterima Israel.