
MHTG Bangun Pusat Layanan Kanker Terpadu
13 menit yang lalu
Zelensky siap membekukan operasi tempur, tetapi menolak menyerahkan wilayah; perundingan di Abu Dhabi dijadwalkan November.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Xinhua, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina siap membekukan operasi tempur di sepanjang garis depan saat ini demi mengakhiri konflik dengan cepat, tetapi menolak tegas konsesi teritorial.
Pernyataan itu disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat (23/10/2026). Ia menyatakan kesediaan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Di sisi lain, Zelensky menolak usulan agar Ukraina menyerahkan 25 persen wilayahnya.
Zelensky juga menyayangkan penurunan bantuan militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Ia mengatakan Ukraina hanya menerima 24 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot dari AS selama tiga bulan terakhir.
Jumlah tersebut, menurut Zelensky, jauh di bawah kebutuhan rata-rata 350 rudal per bulan.
Zelensky menekankan mendesaknya situasi itu. Ia mengungkapkan bahwa pada Kamis (22/10/2026) malam saja, 30 rudal balistik menghantam Kiev.
Menurut laporan yang sama, media AS melaporkan bahwa Washington meningkatkan tekanan terhadap Zelensky agar membuat konsesi demi mencapai kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump disebut berulang kali menyalahkan Kiev atas tidak adanya kemajuan dalam perundingan yang dimediasi AS.
Perundingan antara Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, pada paruh pertama November.
Perundingan tersebut akan berfokus pada pengaturan keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (23/10/2026).