
Kepulauan Seribu Kembangkan Wisata Bebas Sampah
14 menit yang lalu
Parama Nugroho menilai kemampuan pembalap makin merata setelah tiga seri, sementara kompetisi dijadwalkan kembali pada 2027.
Terbit · 1 min read

Pendiri Indonesian Downhill (IDH) Parama Nugroho berharap peningkatan kualitas pembalap sepeda gunung Indonesia dalam 76 Ultimate Downhill 2026 menjadi bekal untuk bersaing di tingkat Asia dan dunia. Menurut laporan ANTARA, penilaian itu disampaikan setelah kompetisi tersebut menuntaskan tiga seri.
Seri terakhir berlangsung di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026). Laporan ANTARA menyebut kompetisi musim 2026 juga digelar di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park, Pasuruan.
Parama menilai kemampuan pembalap putra dan putri semakin merata setelah mengikuti tiga seri. Dalam keterangan resmi pada Minggu, ia berharap atlet Men Elite dan Women Elite dapat berprestasi di kejuaraan tingkat Asia maupun dunia.
Parama memastikan 76 Ultimate Downhill akan kembali digelar pada 2027. Penyelenggara berencana melakukan sejumlah peningkatan agar pembalap nasional memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan menjaga konsistensi penampilan.
Perwakilan penyelenggara 76 Rider, Agnes C. Wuisan, mengatakan perubahan dan inovasi dalam tiga seri ditujukan untuk meningkatkan standar persaingan serta mempersiapkan pembalap menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Menurut laporan yang sama, Agnes berharap performa pembalap downhill Indonesia berkembang merata dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Regenerasi menjadi salah satu perkembangan musim ini. Tiga pembalap teratas kelas Men Junior, Dimas Aradhana, Nazwa Agazani, dan Ahmad Nasywa Ridhodin, dijadwalkan naik ke kelas Men Elite pada musim 2027. Dimas mempertahankan gelar juara umum Men Junior untuk kedua kalinya secara beruntun dengan 560 poin.
Di kelas Men Elite, Agung Prio Apriliano menjadi juara umum dengan 730 poin, disusul Putra Ganda Arrozak dengan 510 poin dan Mohammad Abdul Hakim dengan 400 poin. Milatul Khaqimah memenangi seluruh seri Women Elite dan menutup musim dengan 600 poin.
Seri terakhir di Ternadi Bike Park tercatat dalam kalender Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dengan klasifikasi Class 1 (C1). Lintasan yang digunakan sepanjang 2.300 meter dengan perbedaan elevasi 325 meter.