
Inter Milan Kalahkan Venezia 2-0
51 menit yang lalu
PSSI meminta liga dan klub menindak kerusuhan suporter, dengan sanksi hingga pengurangan poin.
Terbit · 1 min read

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta operator kompetisi I.League dan klub menindak tegas kerusuhan suporter di Super League 2026/2027 sesuai regulasi. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyampaikan sikap itu sebagai respons atas sejumlah insiden, termasuk kericuhan di Banten International Stadium saat Persita melawan Persija.
Erick menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Rabu (28/10/2026). CNN Indonesia melaporkan, insiden yang menjadi sorotan juga mencakup penyerangan suporter setelah pertandingan.
Erick mengatakan pengetatan aturan kehadiran pendukung tim tamu telah diterapkan pada beberapa pertandingan berisiko tinggi. Ia menyebut sejumlah klub tidak mengizinkan pendukungnya bepergian untuk laga tertentu.
Menurut laporan yang sama, Erick menilai klub memahami dampak tindakan anarkis, termasuk risiko suporter tidak dapat pulang dengan selamat. Ia mengatakan liga dan klub telah mengambil kebijakan terkait pertandingan tandang.
Untuk kejadian pidana di luar stadion, Erick menyatakan penanganannya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia mengapresiasi kepolisian yang, menurutnya, telah menuntaskan sejumlah perkara kriminal dengan cepat.
Erick juga mengatakan ia telah bertemu Kapolri dalam pertemuan tertutup untuk membahas komitmen penindakan terhadap pelaku kriminal. Ia menyatakan pengumuman terkait komitmen tersebut mungkin disampaikan dalam satu hingga dua minggu.
Di dalam pertandingan, Erick menyatakan PSSI dapat menindak klub dan menjatuhkan sanksi pengurangan poin jika kondisi tidak terkendali. Ia juga menyebut izin bagi suporter tandang dapat dicabut kembali. PSSI, menurutnya, tidak menoleransi insiden yang membahayakan keselamatan.