
Cara Perpanjang STNK Tahunan Lewat Signal
17 menit yang lalu
Hasto menyebut Soekarno Run sebagai ajang olahraga sekaligus bagian dari kultur PDIP untuk menumbuhkan keberanian dan kemandirian generasi muda.
Terbit · 1 min read

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Soekarno Run menjadi bagian dari kultur dan tradisi partai untuk membangun keberanian serta mentalitas generasi muda. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Hasto berziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Kota Blitar. Ajang Soekarno Run Blitar 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu pagi (8/11/2026).
Hasto mengatakan kegiatan itu mengajak anak muda menumbuhkan rasa percaya diri, berpikir merdeka, dan teguh mengabdi kepada bangsa. “Soekarno Run ini menggelorakan semangat anak muda untuk berani berlari di atas kaki sendiri, menggelorakan semangat bagaimana kita harus berdikari,” kata Hasto kepada wartawan.
Menurut laporan yang sama, Hasto menilai generasi muda perlu adaptif, kreatif, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia mengatakan olahraga mengajarkan metodologi dan disiplin berbasis sains untuk mencapai target.
Hasto menyebut Soekarno Run sebagai bagian dari kultur PDI Perjuangan yang diharapkan mendorong anak muda percaya diri, berpikir merdeka, dan berani mengabdi. Ia juga berharap kegiatan olahraga dapat memperkuat idealisme kebangsaan dan mendorong generasi penerus meneladani perjuangan para pendiri bangsa.
Ketua Panitia Soekarno Run Blitar 2026 Rera Alvi Syahrina mengatakan 4.200 peserta telah terdaftar, termasuk 135 atlet profesional. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.
Perlombaan menyediakan kategori jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. Rute 5 kilometer melewati Istana Gebang, yang disebut sebagai rumah masa kecil Soekarno, sedangkan rute 10 kilometer juga melintasi kompleks Makam Bung Karno.
Kegiatan tersebut digelar untuk menyambut Hari Pahlawan pada 10 November. Sejumlah tokoh nasional dan pengurus PDI Perjuangan dijadwalkan hadir di Kota Blitar, antara lain Ganjar Pranowo, Djarot Saiful Hidayat, Once Mekel, dan Ronny Talapessy.