
Pejabat Turki, Saudi, dan Pakistan Temui Iran
11 menit yang lalu
Kadin menilai dunia usaha dan UMKM perlu memperkuat kapasitas untuk menghadapi perubahan ekonomi dan mendorong pertumbuhan daerah.
Terbit · 2 min read

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyoroti perlunya penguatan kapasitas dunia usaha untuk menghadapi tantangan global. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam momentum dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anindya berbicara setelah acara Kadin Geoeconomics Policy Dialogue di Jakarta, Senin (26/10/2026). Kadin menggelar dialog tersebut sebagai bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026.
Ia mengatakan dunia usaha perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi yang dipengaruhi geopolitik, perubahan iklim, serta upaya memasukkan Indonesia ke rantai pasok global. “Saya rasa yang paling penting adalah capacity building bagi dunia usaha untuk siap di dalam new normal economy, di mana ekonomi sekarang tentu sangat berubah dengan adanya geopolitik, climate change, dan juga bagaimana memasukkan Indonesia dalam global supply chain,” kata Anindya.
Anindya juga menekankan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, UMKM mencakup 97 persen dari seluruh perusahaan di Indonesia.
Menurut laporan yang sama, penguatan dunia usaha akan menjadi fokus dalam revisi Undang-Undang Kadin yang diharapkan rampung dalam waktu dekat. Revisi itu akan menitikberatkan advokasi kepada pemerintah, pembinaan, dan pendampingan bagi dunia usaha.
Dalam dialog tersebut, Dekan sekaligus CEO Asian Development Bank Institute Bambang Brodjonegoro menyampaikan pentingnya peran sektor swasta agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah. Ia mencontohkan Jepang dan Korea Selatan yang mengandalkan sektor swasta sebagai penggerak ekonomi, sementara Tiongkok lebih mengutamakan perusahaan milik negara meski sektor swasta tetap berperan.
Dekan INSEAD Francisco Veloso menilai pengembangan keterampilan dan kapasitas kepemimpinan penting untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang mendatang. Ia menyebut 50 tahun kolaborasi dengan Kadin sebagai momentum untuk mengevaluasi kerja sama dan merumuskan kontribusi bagi pengembangan keterampilan serta kepemimpinan.
Veloso juga menyoroti transformasi dunia, termasuk dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap kehidupan dan perekonomian. Menurut laporan yang sama, INSEAD berharap kolaborasi dengan Kadin berlanjut untuk mendukung tahap pembangunan Indonesia berikutnya, sejalan dengan visi Indonesia 2045.