
Real Madrid dan PSG Pertahankan Rekor Menang
13 menit yang lalu
Investasi QSI dan pendekatan Luis Enrique mengiringi perubahan PSG menjadi juara Eropa.
Terbit · 1 min read

Paris Saint-Germain (PSG) meraih 43 trofi selama 15 tahun di bawah kepemilikan Qatar Sports Investments (QSI), menurut laporan ANTARA. Klub itu sebelumnya meraih 18 trofi dalam 41 tahun sebelum diakuisisi QSI.
Periode kepemilikan tersebut genap 15 tahun pada 4 November 2026. Dalam rentang itu, PSG meraih 12 gelar Ligue 1, dua gelar Liga Champions, dan dua Piala Super Eropa.
Laporan ANTARA menyebut pendapatan PSG meningkat dari 99 juta euro pada 2010-2011 menjadi 800 juta euro pada 2024-2025. Forbes memperkirakan nilai pasar klub mencapai 5,8 miliar euro pada 2025, dibandingkan 70 juta euro 14 tahun sebelumnya.
QSI disebut telah menginvestasikan dua miliar euro untuk membangun klub, termasuk fasilitas dan program pemain muda. Investasi itu juga menciptakan 2.400 lapangan kerja, sementara pusat latihan PSG senilai 350 juta euro mulai beroperasi pada November 2024.
PSG beberapa kali gagal menjuarai Liga Champions meski diperkuat pemain bintang. Klub itu mencapai final pada musim 2019-2020, lalu meraih gelar pada 2024-2025 dan 2025-2026.
Pada final 2025 di Muenchen, PSG mengalahkan Inter Milan 5-0. Menurut laporan yang sama, PSG menjadi klub pertama sejak 2018 yang menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut.
Laporan itu juga mencatat PSG memuncaki klasemen fase liga pada Liga Champions musim ini dan mencetak 20 gol. Sejak kalah dari AS Monaco pada Sabtu (5/9/2026), PSG disebut memenangi 10 pertandingan beruntun dengan 36 gol dan kebobolan sembilan gol.
Pelatih Luis Enrique, yang menangani PSG sejak Juli 2023, dinilai mengubah pendekatan tim. Alih-alih mengandalkan pemain berstatus bintang, PSG dibangun dengan permainan kolektif, pergerakan antarpemain, dan tekanan saat kehilangan bola.
ANTARA menyebut manajemen memberi Enrique kewenangan dalam mengelola dan memilih skuad. Pendekatan itu membentuk tim yang mengutamakan kepentingan klub dan menjadi dasar keberhasilan PSG di kompetisi Eropa.