
Credit Mutuel Arkéa Konfirmasi Penipuan Siber, Insiden Berakhir
11 menit yang lalu
PERMSTA menyuarakan tuntutan terkait kebijakan nasional dan sejumlah persoalan di Sulawesi Utara.
Terbit · 1 min read

Perhimpunan Mahasiswa Sulawesi Utara (PERMSTA) menggelar demonstrasi dan menyampaikan delapan tuntutan di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Menurut laporan Manado Post, aksi itu berlangsung pada Rabu (4/11/2026).
Tuntutan mahasiswa mencakup isu kebijakan di Papua hingga penolakan rencana reklamasi di kawasan Manado Utara. Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
Terkait Proyek Strategis Nasional di Papua, PERMSTA menolak militerisasi ruang sipil dan praktik yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat, menurut laporan yang sama.
Di Sulawesi Utara, mahasiswa menyoroti perizinan pertambangan dan meminta evaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Mereka menekankan perhatian pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
PERMSTA juga meminta pemerintah memperhatikan akses listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Untuk Manado Tua, mahasiswa mendorong peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan serta penguatan ekonomi.
Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta penanganan serius terhadap kasus pelecehan seksual dan menyatakan penolakan terhadap rencana studi kepolisian di Universitas Sam Ratulangi. Menurut laporan yang sama, mahasiswa juga menuntut evaluasi terhadap kinerja Polda Sulawesi Utara.
Aksi tersebut mengangkat delapan persoalan nasional dan daerah yang menjadi perhatian PERMSTA.