
Bahlil Sesuaikan Kuota Produksi Nikel
14 menit yang lalu
Pelatih Hakim Danish menilai pembalap itu kehilangan fokus karena terlalu memikirkan rivalnya.
Terbit · 1 min read

Pelatih Hakim Danish, Zulfahmi Khairudin, menilai pembalap Malaysia itu terlalu memikirkan Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte saat bersaing di Moto3 Malaysia 2026. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip New Strait Times, hal itu membuat Hakim kehilangan fokus.
Persaingan tersebut berlangsung pada balapan di Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026). Hakim melebar pada lap terakhir dan finis di posisi keempat.
Zulfahmi, yang melatih Hakim sejak 2020, mengatakan perhatian berlebihan pada para rival membuat pembalap itu tampil kurang maksimal. Ia menyarankan Hakim menjalani setiap balapan satu per satu, alih-alih terlalu memikirkan kejuaraan.
Dalam keterangannya yang dikutip New Strait Times, Zulfahmi menilai poin klasemen pada akhirnya akan menunjukkan posisi Hakim jika ia fokus pada setiap balapan.
Zulfahmi juga menilai Hakim memiliki potensi besar, tetapi konsistensi menjadi tantangan bagi seorang pembalap pemula. CNN Indonesia menyebut performa Hakim sempat menonjol pada awal musim sebelum menurun pada pertengahan musim.
Menurut laporan yang sama, fokus Hakim meningkat selama musim 2026. Zulfahmi menilai penampilan Hakim di Sepang lebih baik ketika ia menjalani balapan satu per satu.
Setelah balapan Malaysia, masih ada tiga seri yang disebut dalam laporan tersebut, yakni Qatar, Portugal, dan Valencia.
Hakim berada di peringkat kesembilan klasemen sementara. Laporan itu menyebut ia masih berpeluang memperbaiki posisinya dalam sisa balapan musim ini.