
DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi dengan Investor
10 menit yang lalu
Airlangga menilai inflasi masih dalam sasaran pemerintah; inflasi tahunan Oktober tercatat 3,23 persen.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tidak khawatir terhadap inflasi Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen secara tahunan. Menurut laporan ANTARA, ia menilai angka itu masih dalam rentang sasaran inflasi pemerintah.
Airlangga menyampaikan hal tersebut setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia mengatakan sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen, dengan toleransi plus atau minus 1 persen. “Inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1 persen, jadi pemerintah tidak khawatir,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, kenaikan harga sejumlah komoditas juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap pendapatan petani. Ia menilai kenaikan inflasi tersebut masih dapat diterima karena berkaitan dengan penghasilan petani.
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli, pemerintah mengandalkan sejumlah program, termasuk penyaluran bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga. Pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial sekitar Rp30 triliun serta diskon menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Airlangga menjelaskan stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya tahan konsumsi domestik, yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada sisa tahun ini. Menurut laporan yang sama, inflasi Oktober tercatat 0,22 persen secara bulanan dan 2,4 persen sepanjang tahun kalender.
Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok harga bergejolak, termasuk cabai rawit dan ikan segar, serta kelompok transportasi, khususnya angkutan udara. Inflasi inti tercatat 2,56 persen, harga yang diatur pemerintah 3,24 persen, dan harga bergejolak 5,81 persen.
Pemerintah berharap berbagai program intervensi dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat hingga akhir 2026.