
Bunda PAUD Kebon Melati Ajak 35 Anak ke Perpusnas
10 menit yang lalu
Yandri menyebut kemampuan peserta menentukan hasil seleksi beasiswa ke Jepang, tanpa intervensi pihak mana pun.
Terbit · 1 min read

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan kelulusan peserta beasiswa ke Jepang ditentukan sepenuhnya oleh kemampuan mereka, tanpa intervensi pihak mana pun. Menurut laporan ANTARA Manado, Yandri menyampaikan hal itu pada Senin (2/11/2026), saat membuka seleksi beasiswa di Serang.
Pembukaan Seleksi Offline Beasiswa ke Jepang berlangsung di Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Makmun, Serang. Dalam sambutannya, Yandri menyatakan dirinya maupun kepala daerah tidak berwenang menentukan peserta yang lolos.
Yandri meminta peserta bersemangat, memperoleh izin orang tua, dan mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia mengatakan hasil seleksi menjadi tanggung jawab peserta, bukan kendalinya atau kepala daerah.
Menurut laporan yang sama, Yandri menyebut program beasiswa tersebut sebagai kesempatan bagi generasi muda desa untuk meningkatkan kapasitas diri serta mendapat pengalaman pendidikan dan pembelajaran di tingkat internasional.
Ia meminta peserta mengikuti proses seleksi dengan serius. Menurut Yandri, belajar di Jepang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter.
Yandri juga berharap peserta menerapkan kedisiplinan, menjaga adab, serta menghormati tata krama dan budaya setempat selama belajar di Jepang.
Ia berpesan agar peserta yang mendapat kesempatan itu kelak tidak hanya mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari Jepang.
Yandri menyebut program Desa Ekspor dan Desa Wisata di Kementerian Desa sebagai peluang kemitraan bagi generasi muda yang ingin menciptakan lapangan kerja setelah kembali.