
Karhutla Papua Selatan Ancam Habitat TN Wasur
12 menit yang lalu
Arjun memenuhi syarat bergabung dengan Mensa dan Intertel serta menerima penghargaan di Ontario.
Terbit · 1 min read

Arjun Vishal Prajapati, anak berusia lima tahun yang tinggal di Kanada, mencatat skor IQ 141 dalam tes Stanford-Binet Intelligence Scales Edisi Kelima. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip VN Express, hasil tes itu mengungguli 99,7 persen populasi tes.
Arjun mengikuti tes tersebut saat berusia empat tahun 10 bulan. Ia menerima Certificate of Recognition and Achievement di Majelis Legislatif Ontario pada Kamis (29/10/2026) dalam prosesi sidang resmi. Sertifikat itu diserahkan langsung oleh anggota parlemen, dengan kedua orang tua dan adik perempuannya mendampingi.
Laporan yang sama menyebut skor itu memenuhi syarat bagi Arjun untuk bergabung dengan Mensa dan Intertel. Kedua organisasi tersebut menetapkan ambang kemampuan masing-masing pada 2 persen dan 1 persen teratas populasi.
Minat membaca Arjun tumbuh sejak kecil setelah orang tuanya memperkenalkan buku bergambar. Ia mulai lancar membaca pada usia 18 bulan dan telah membaca lebih dari 3.000 buku saat berusia lima tahun.
Ketertarikannya pada sains juga mendorongnya menyelesaikan kursus pengayaan fisiologi manusia dan biologi sel yang diselenggarakan Center for Talent Development di Northwestern University, Amerika Serikat. Ia ingin membuat mesin yang dapat mendeteksi kuman segera setelah masuk ke tubuh agar dokter bisa membantu orang sebelum mereka sakit parah.
Arjun juga mempelajari matematika tingkat lanjut dan menyukai astronomi, termasuk topik lubang hitam. Menurut laporan yang sama, ia menghafal tabel perkalian 1 hingga 20 dan bercita-cita menjadi astronot.
Ayahnya, Vishal Prajapati, mengatakan orang tua Arjun tidak menetapkan target atau memaksakan ambisi kepada anak mereka. Ia menyebut peran orang tua adalah mengenali minat anak, mendorong rasa ingin tahu, dan memberi kesempatan untuk mengeksplorasi ketertarikan.
Di luar kegiatan belajar, Arjun menikmati melukis, bermusik, dan bermain bersama teman serta adiknya. Ayahnya berharap Arjun tumbuh seimbang secara emosional dan berkarakter. Ia juga mengatakan IQ yang sangat tinggi tidak boleh membebani atau mendefinisikan identitas anak.