
Pekan Laut Dunia Xiamen 2026 Dibuka
18 menit yang lalu
Model tahun 1960 memproyeksikan pertumbuhan populasi, tetapi bukan ramalan kiamat yang terkonfirmasi.
Terbit · 1 min read

Artikel ilmiah lama tentang pertumbuhan populasi yang penelitiannya dipimpin fisikawan Heinz von Foerster kembali viral, menurut laporan CNBC Indonesia yang terbit 6 November 2026. Makalah itu memproyeksikan populasi manusia menuju tak terhingga pada 2026, bukan memastikan kiamat akan terjadi.
Judul makalah itu menyebut kiamat pada Jumat (13/11/2026). Tanggal 13 November kemungkinan dipilih sebagai lelucon karena bertepatan dengan hari lahir Foerster.
Penelitian yang dipimpin Foerster pada 1960 itu berangkat dari kekhawatiran tentang pertumbuhan penduduk dan keterbatasan sumber daya. Timnya memodelkan populasi dari zaman Yesus hingga 1958 dan menemukan tren peningkatan.
Menurut laporan CNBC Indonesia, model tersebut menunjukkan populasi akan meningkat tanpa batas pada 2026. Dalam tulisan yang dikutip IFL Science, Foerster mengaitkan proyeksi itu dengan risiko manusia memusnahkan diri sendiri dan kelaparan.
Laporan itu menyebut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2025 menempatkan jumlah penduduk dunia di angka 8,2 miliar. Kekhawatiran yang dibahas dalam makalah lama tersebut berbeda dengan isu populasi menua yang menjadi perhatian saat ini.
Makalah itu kemungkinan dimaksudkan untuk mendorong pemikiran tentang cara mempertahankan populasi yang berkelanjutan, termasuk melalui tindakan terkait kesuburan. Namun, kesimpulan dan pendekatan matematisnya menuai kritik.
Peneliti Marvin Shinbrot mengkritik makalah tersebut pada 1961 karena dinilai menggunakan matematika yang tidak dapat diterima untuk mendukung kesimpulan yang tidak masuk akal. Laporan CNBC Indonesia juga menyebut ulasan pada 1990 menilai makalah Foerster lebih akurat daripada perkiraan banyak ahli demografi pada masanya, setidaknya untuk sementara.