
Rumah Maggot Kemanggisan Olah 60 Kg Sampah per Hari
17 menit yang lalu
Kuil di depan CentralWorld dikaitkan dengan harapan tentang cinta, kesuksesan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Terbit · 1 min read

Trimurti Shrine di Bangkok dikenal sebagai tempat warga Thailand berdoa untuk menemukan pasangan hidup. Menurut laporan CNN Indonesia, pengunjung biasanya membawa mawar merah.
Kuil itu berada di depan pusat perbelanjaan CentralWorld, kawasan Ratchaprasong. Lokasinya di area terbuka sehingga dapat dikunjungi meski pusat perbelanjaan tutup pukul 22.00.
Pengunjung dari berbagai usia datang untuk berdoa kepada Trimurti, sosok yang dipercaya melambangkan cinta dan persatuan. Kuil ini sejak awal juga dikaitkan dengan harapan memperoleh kesuksesan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Trimurti Shrine merupakan replika patung kuno dari era Ayutthaya yang menggambarkan Brahma, Wisnu, dan Siwa dalam satu sosok. Pengaruh Hindu dan Brahmanisme telah lama melekat dalam kebudayaan Thailand, yang mayoritas penduduknya menganut agama Buddha.
Dalam perkembangannya, Trimurti Shrine semakin dikenal sebagai tempat memohon cinta dan pasangan hidup. Tradisi tersebut disebut relatif baru, tetapi kini populer di kalangan masyarakat lokal.
Mengutip Thaizer, sebagian warga Bangkok meyakini Dewa Trimurti turun setiap Selasa dan Kamis untuk mendengarkan doa. Pukul 21.30 waktu setempat dipercaya sebagai momen khusus untuk berdoa, meski pengunjung tetap dapat datang pada waktu lain.
Persembahan yang lazim dibawa untuk mengikuti tradisi tersebut adalah sembilan tangkai mawar merah, dupa merah, dan lilin merah. Angka sembilan dianggap sebagai angka keberuntungan dalam kebudayaan Thailand.
Hari Valentine menjadi salah satu momen ramai di kuil itu, saat pengunjung menyampaikan harapan mengenai kehidupan asmara. Di sekitar lokasi terdapat pula kuil Dewa Ganesha dan sejumlah destinasi, termasuk Erawan Shrine.
Wisatawan dapat menuju kuil menggunakan Bangkok Skytrain (BTS) dan turun di Stasiun Chit Lom. Pilihan lain adalah taksi atau perahu penyeberangan di kanal Khlong Saen Saep, dengan turun di dermaga Pratunam yang berjarak beberapa menit berjalan kaki.