
Enam Penyebab Napas Bau meski Rutin Sikat Gigi
15 menit yang lalu
Pemerintah AS meminta operator mengisolasi sistem pendingin yang terhubung ke internet dan memasang pembaruan.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan adanya serangan siber yang masih berlangsung terhadap sistem pendingin supermarket. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, peretas menyasar pengatur suhu elektronik dan pengendali pendingin komersial yang terhubung ke internet.
Peringatan itu ditujukan kepada organisasi yang bergantung pada fasilitas penyimpanan dingin, termasuk toko ritel dan fasilitas penyimpanan dingin. Pernyataan bersama pemerintah AS tersebut dikutip Reuters pada Sabtu (7/11/2026).
Pemerintah menyebut aktor siber yang identitasnya belum diketahui mengeksploitasi celah keamanan pada pengendali suhu dan sistem pendingin yang dapat diakses melalui internet. Peringatan itu muncul setelah sejumlah peretasan terhadap freezer komersial di AS dan Eropa.
Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan FBI, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), serta departemen kesehatan, transportasi, dan pertanian AS, pemerintah menyebut perubahan suhu akibat eksploitasi dapat menimbulkan bahaya kebakaran, kehilangan inventaris, dan perubahan masa pakai sistem.
Penjabat Wakil Direktur Eksekutif CISA untuk bidang keamanan siber, Chris Butera, mengatakan organisasi yang mengandalkan sistem pendingin dan pemantauan perlu mengantisipasi kemungkinan menjadi sasaran.
Direktur Operasi Cabang Siber FBI, Brett Leatherman, mengatakan sistem tersebut menjadi sasaran di berbagai sektor infrastruktur penting dunia.
Pemerintah AS mendesak operator sistem pendingin industri memutus perangkat dari internet publik, mengisolasinya dari jaringan perusahaan, dan segera memasang pembaruan perangkat lunak.
Laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters menyebut sedikitnya tiga peretasan terhadap lemari pendingin dan freezer komersial terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Penyelidik Pentagon menyelidiki gangguan pada unit pendingin toko kelontong di pangkalan militer AS pada Agustus sebagai dugaan serangan siber; Reuters melaporkan penyelidikan itu pada pekan sebelumnya.
Di Prancis, peretasan freezer pada bulan sebelumnya menyebabkan kerugian hingga puluhan juta euro, sementara gelombang serangan kedua menyasar lebih dari 100 toko di berbagai wilayah Eropa. Rangkaian kejadian itu menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan peretas mengubah pengaturan perangkat pendingin dan infrastruktur penting dari jarak jauh.