
Cara Mengajukan Koreksi Data Bansos
15 menit yang lalu
Bau napas dapat dipicu penumpukan bakteri, masalah gigi dan gusi, mulut kering, makanan, kebiasaan, atau kondisi kesehatan tertentu.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, menyikat gigi secara rutin belum tentu menghilangkan bau napas. Bau mulut dapat muncul ketika sisa makanan, bakteri, dan lapisan pada lidah tidak dibersihkan tuntas.
Laporan tersebut mengutip penjelasan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI bahwa penyebabnya beragam, termasuk kebersihan rongga mulut, berkurangnya produksi air liur, dan kondisi kesehatan tertentu. Bakteri dapat menghasilkan senyawa sulfur saat menguraikan sisa makanan dan sel-sel di dalam mulut.
Salah satu sumber bau adalah lapisan yang menumpuk di lidah, terutama bagian belakang. Membersihkan lidah dengan lembut menggunakan sikat atau pembersih lidah dapat membantu mengangkatnya.
Sisa makanan dan plak di sela-sela gigi juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Laporan yang sama menyebut NHS menyarankan pembersihan sela gigi setidaknya sekali sehari, selain menyikat gigi dua kali sehari selama sekitar dua menit.
Gigi berlubang, radang gusi, dan penyakit jaringan penyangga gigi dapat menyebabkan bau yang menetap. Gusi memerah, membengkak, nyeri, atau berdarah saat menyikat gigi dapat menjadi tanda masalah yang perlu diperiksa dokter gigi.
Produksi air liur yang berkurang membuat sisa makanan dan bakteri lebih mudah menumpuk. Mulut kering dapat berkaitan dengan kurang minum, kebiasaan bernapas melalui mulut, atau efek samping obat tertentu; makanan beraroma kuat, merokok, berpuasa, dan diet ketat juga dapat memengaruhi bau napas.
Bau napas juga dapat berkaitan dengan kondisi di luar rongga mulut, seperti radang amandel, infeksi sinus, lendir dari hidung ke tenggorokan, atau refluks asam lambung. ANTARA mengingatkan bahwa bau napas saja tidak cukup untuk memastikan penyakit tertentu dan penyebabnya perlu dinilai melalui gejala lain serta pemeriksaan tenaga kesehatan.
Laporan itu menganjurkan menjaga kebersihan gigi, lidah, dan sela-sela gigi, mencukupi cairan, serta memeriksakan gigi secara berkala. Bau yang tidak membaik setelah beberapa minggu atau disertai gusi berdarah, gusi bengkak, sakit gigi, maupun gigi goyang sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi.