
Real Madrid dan PSG Pertahankan Rekor Menang
14 menit yang lalu
Biji delima mengandung sejumlah nutrisi dan senyawa antioksidan, tetapi konsumsinya perlu disesuaikan dengan kondisi pencernaan.
Terbit · 1 min read

Biji delima mengandung serat, vitamin C, vitamin K, folat, kalium, dan sejumlah senyawa antioksidan. Menurut laporan ANTARA yang terbit pada Rabu (4/11/2026), ahli gizi Lauren Manaker menyebut vitamin C dalam biji delima mendukung fungsi sel kekebalan tubuh.
Laporan tersebut mengutip siaran Real Simple pada Selasa (3/11) waktu setempat. Biji delima dapat dimakan langsung atau digunakan sebagai bahan tambahan masakan.
Selain vitamin dan mineral, biji delima mengandung polifenol, termasuk antosianin, ellagitannin, asam elagat, dan asam galat. Antosianin turut memberi warna merah pada biji buah tersebut.
Ahli diet dan profesor madya Heewon Gray mengatakan antioksidan dalam biji delima dapat membantu melindungi sel dengan mengurangi stres oksidatif dan memengaruhi jalur peradangan. Laporan yang sama menyebut folat berperan dalam pembentukan sel baru, sementara serat membantu mendukung bakteri baik dalam pencernaan.
Ahli diet Lyndsay Hall mengaitkan senyawa dalam biji delima dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk dukungan terhadap penyembuhan luka dan kesuburan. Ia juga menyebut asam punisat, sejenis lemak tak jenuh ganda, yang dikaitkan dengan pengurangan peradangan di otak.
Menurut laporan tersebut, polifenol dapat membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari stres oksidatif serta peradangan. Kalium membantu mengatur tekanan darah, sedangkan asam punisat disebut berperan dalam proses yang berkaitan dengan aterosklerosis.
Manaker mengatakan karbohidrat alami dalam biji delima dapat membantu mengisi kembali simpanan glikogen yang digunakan saat berolahraga. Kalium di dalamnya juga berperan dalam keseimbangan cairan dan fungsi otot.
Gray mengingatkan konsumsi biji delima dalam jumlah banyak atau terlalu cepat dapat menyebabkan gas, kembung, dan kram, khususnya pada orang yang jarang mengonsumsi makanan tinggi serat. Manaker menambahkan bahwa orang dengan kondisi pencernaan tertentu, termasuk sindrom iritasi usus, dapat mengalami masalah jika mengonsumsinya dalam jumlah sangat banyak.